<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063</id><updated>2011-07-28T20:24:23.636+07:00</updated><category term='cerita maho'/><category term='religi'/><category term='curhat Maho'/><title type='text'>Maho's Reflection</title><subtitle type='html'>Refleksi dari hati dan jiwa gua yang tulus ikhlas
(maksute opo ndez???)
&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-8023948710697058917</id><published>2010-08-25T14:55:00.001+07:00</published><updated>2010-08-25T15:01:13.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religi'/><title type='text'>Agama itu bukanlah sesuatu yang sakral dan kitab bukan pula sesuatu yang suci</title><content type='html'>Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan segala ilmu pengetahuan yang ada. Sesungguhnya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan semoga kita termasuk didalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang gua tulis ini, gua harap nggak menjadi sebuah kontroversi. Tulisan ini gua buat sebagai bahan renungan untuk kita semua. Jikalau ada yang salah, mohon dikoreksi. Semoga ini bisa sekaligus jadi forum diskusi yang bertujuan mencari kebenaran yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama itu bukanlah sesuatu yang sakral dan kitab bukan pula sesuatu yang suci.  Mungkin agak mencengangkan bagi sebagian orang, tapi begitulah pemikiran gua. Gua mengamati bahwa sebagian orang di negara ini masih menganggap agama sebagai sesuatu yang sakral. Sakral dari segi bahasa memiliki kesamaan arti dengan keramat. Sesuatu yang dikeramatkan menjadikan kita menjadi sungkan, atau bahkan enggan untuk menyentuhnya. Dengan menganggap agama sebagai suatu yang sakral, secara tidak langsung akan menjadikan kita takut mempelajarinya. Mungkin kita tetap akan mengikutinya tetapi kita menjadi terlalu berharap pada orang-orang pintar, kyai, alim ulama, dsb untuk mengajarkan kepada kita tanpa kita sendiri berusaha untuk mengoreksi apa yang dikatakan oleh orang-orang tersebut. A ya A, B maka B, dan begitu seterusnya. Kita menjadi manja, maunya disuapin terus. Hal ini tanpa disadari (lama-kelamaan) akan membawa kita kearah fanatisme berlebihan. Kita terlalu nyaman “menyimak uraian” seseorang sehingga terlalu mengagung-agungkan ajarannya dan mengabaikan yang lain. Perlu digarisbawahi kata “menyimak” disini sifatnya pasif, berbeda dengan kata “berguru”.  Ketika menyimak, kita hanya mendengarkan saja dan langsung mengiyakan. Lain halnya ketika kita berguru, sebagai murid yang aktif kita memikirkan dan mempelajari lagi apa yang disampaikan guru kita sehingga ketika menemukan hal yang bertentangan dapat kita tanyakan atau diskusikan kembali dengan guru kita. Ingatlah bahwa manusia itu tempatnya salah dan dosa, sehingga seseorang itu tidak selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke kitab, dalam hal ini Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia (lihat Al Baqarah:97 dan Yusuf:111). Gua mengamati, sebagian orang masih  menganggap kitab sesuatu yang suci, bahkan terlalu suci hingga hanya bisa dipelajari oleh orang-orang pintar saja. Sebagian lain menganggap Al-Qur’an cuma sebagai simbol. Gua akan berikan contoh. Betapa banyak orang yang menganggap Qur’an tidak boleh diletakkan dibawah lantai. Mereka beranggapan bahwa Qur’an adalah firman Tuhan dan tidak etis rasanya untuk meletakkan firman Tuhan di lantai. Namun, dari sekian banyak itu berapa banyak orang yang sudah membacanya? Berapa banyak orang yang mempelajarinya? Berapa banyak orang yang mengamalkan setelah mempelajarinya? Jikalau belum pernah (membaca atau mempelajari), maka berarti mereka hanya menjadikan Qur’an sebagai simbol, masih berhubungan dengan sesuatu yang dikeramatkan tadi. Maka, manakah yang lebih baik menurut anda semua: Seseorang yang menaruh Qur’an di lantai namun mempelajari dan berusaha untuk mengamalkannya atau seseorang yang meletakkan Qur’an di atas lemari kaca yang disekelilingnya diletakkan vas bunga dan ditaburi wewangian namun tidak pernah membaca apalagi mempelajarinya? Kalau anda belum bisa menjawab, gua ingatkan dengan kisah Musa AS yang bisa anda baca di surat Al A’raaf ayat 150. Sekembalinya dari Gunung Sinai (untuk menerima wahyu), ia mendapati kaumnya menyembah lembu emas hasil buatan tangan mereka sendiri. Karena marah, maka Musa pun melemparkan lembaran-lembaran wahyu (kitab Taurat) yang dipegangnya. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa Musa lebih mengkhawatirkan akibat dari kemusyrikan kaumnya (yang tentunya tidak sesuai dengan ajaran kitab) daripada bendanya (kitab) itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian-uraian diatas, gua harap anda semua paham mengapa gua menganggap bahwa agama itu bukanlah sesuatu yang sakral dan kitab bukan pula sesuatu yang suci. Menurut gua, agama itu adalah sesuatu yang biasa dan seharusnya dibiasakan dalam keseharian setiap individu. Kemudian, kitab juga bukanlah hanya sekedar simbol atau pajangan. Jika ingin meletakkannya, maka tempat terbaik bagi sebuah kitab adalah di dalam pikiran setiap insan karena akan menjiwai tindak-tanduk dan perbuatan orang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju kesana, baca dan pahamilah isi Al-Qur’an. Tidak usah takut untuk mempelajarinya. Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakan kepada yang sudah terlebih dahulu mengerti atau carilah sumber-sumber yang menerangkan ayat-ayat (yang kurang dipahami) tersebut. Jangan berpikir untuk selalu mengandalkan orang yang (kita anggap) sholeh, pikirkanlah bagaimana cara kita untuk menjadi seperti mereka. Mari kita ciptakan generasi muda Islam yang berakhlak Qur’an!!! Hmmm… Kok lama-lama gua jadi sok tua gini? Hahahaha… Pesan ini juga berlaku buat gua, karena manusia seperti air laut, ada pasang surutnya. Jujur, sebenernya gua pribadi takut untuk menulis ini. Takut kalau gua nggak mampu melaksanakan apa yang gua terangkan disini, kemudian Allah menguji gua sehubungan dengan ini. Maka itu, tegurlah gua jika suatu saat anda mergokin gua melenceng dari apa yang gua omongin. Semoga Allah tetap menjadikan kita istiqomah di jalan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu datangnya dari Allah. Gua sebagai manusia pastilah memiliki kesalahan. Jikalau ada kesalahan pada penulisan ini, gua mohon para pembaca untuk mengoreksinya. Gua akan senang sekali. Namun, jika anda menyukai tulisan ini, tolong jangan di-likes ya… Gua takut pujian akan melalaikan sehingga menjadikan gua riya dan sombong. Kalo mau nge-likes mending poto-poto atau notes gua yang lain aja yang lebih mengarah kepada perkara keduniawian. Hehehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-8023948710697058917?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/8023948710697058917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=8023948710697058917' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/8023948710697058917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/8023948710697058917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2010/08/agama-itu-bukanlah-sesuatu-yang-sakral.html' title='Agama itu bukanlah sesuatu yang sakral dan kitab bukan pula sesuatu yang suci'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-2508104719993716773</id><published>2010-08-08T08:14:00.006+07:00</published><updated>2010-08-08T08:42:00.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>My Soul</title><content type='html'>Sejak kecil gua punya rasa ingin tahu yang besar. Di benak gua selalu ada pertanyaan “Mengapa begini? Mengapa begitu?” Seringkali saudara-saudara dan orang-orang yang bertamu ke rumah gua kepusingan menjawab pertanyaan-pertanyaan gua yang menghujani mereka. Gua selalu menodong mereka untuk bercerita, namun selalu bertanya dan membantah jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiran. Tante gua sempat berucap “Yeee.. Emang jalan ceritanya udah gitu dari sononya, diprotes…” Hehehe… Bagaimana dengan kedua orangtua gua? Mereka punya cara sendiri menyiasatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak gua mengajarkan gua membaca pada usia yang belum semestinya. Usia 4 tahun gua udah bisa baca tulis dengan lancar. Gua ingat buku pertama gua (yang gua baca sendiri) adalah sejarah nabi Musa A.S. Setelah itu Ibu gua mulai rutin membelikan gua majalah Bobo setiap minggunya. Memang, cara ini tidak menghentikan pertanyaan-pertanyaan gua namun paling tidak menghemat waktu mereka untuk bercerita dan mendongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbarengan dengan masuk SD, gua juga didaftarkan ke pengajian dekat rumah. Pengajiannya model pengajian di sinetron “Entong” jadi disini bisa terjadi dialog interaktif antara ustadz dan santri. Suatu hari, tema yang dibawakan ustadz gua adalah tentang bersuci (wudhu dan mandi wajib). Ustadz gua berkata “Mandi wajib dilakukan karena beberapa hal. Antara lain keluarnya air mani. Kalian mungkin belum pernah mengalaminya.” Gua mulai bertanya “Apaan tuh Tad?” Ustadz gua dengan sabar menjawab “air mani itu keluarnya pelan-pelan tapi rasanya enak” Gua menimpali “Owh, gitu Tad…” Ustadz gua terlihat agak tenang, namun gak lama kemudian gua bertanya kembali “Kalo yang keluarnya cepet tapi rasanya sakit namanya air apaan Tad?” Ustadz gua memang betul-betul sabar atau mungkin sambil ngurut-ngurut dada, kembali menjawab “Eh, kalo itu namanya air madzi”. Hahahaha… Ustadz gua menjawab sekenanya sambil terlihat menyeka keringat di dahinya. Padahal kalo gua yang jadi ustadz bakal gua jawab “Oh yang keluarnya cepet trus rasanya sakit ya? Itu namanya air mancur!!!” Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sepulang pengajian gua kedatangan seseorang yang belum gua kenal. Seorang laki-laki tua kurus keriput. Bapak gua memperkenalkannya sebagai ‘Mbah’. Gua gak tau apa hubungan dia dengan Mbah gua yang di kampung dan Mbah Maridjan yang di Gunung Merapi. Apakah dia adik, kakak, bapak, om, tante atau jangan-jangan dia adalah Mbah asli gua? Hahahaha… Gak lah… (Moga-moga Bapak gua gak baca ini, hehehe…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah mulai pedekate sama gua. Menanyakan pertanyaan-pertanyaan standar seperti sekolah dimana, kelas berapa, cita-cita mau jadi apa, mau nikah umur berapa, udah ada calonnya atau belum. Pertanyaan simpel tapi bisa jadi senjata makan tuan. Jikalau gua sudah merasa akrab maka akan terjadi counter attack dimana gua akan berbalik menyerangnya bertubi-tubi dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal tersebut tidak menakutkannya. Mbah ternyata orangnya senang bercerita. Ia adalah seorang pelaut. Pengalamannya banyak, jadi banyak yang bisa diceritakannya. Ia pernah mengelilingi dunia dengan kapal laut. Yang gua ingat dia semangat sekali jika bercerita tentang Hawaii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita Mbah memaksa otak gua untuk bekerja keras. Dari situ pertanyaan-pertanyaan timbul dengan sendirinya… Bagaimana ikan teri yang kecil dapat membalikkan kapal? Apa saja isi Palung Mariana yang berkedalaman 10.000 meter? Dimana letak Atlantis, pulau yang hilang? Mengapa Mbah senang ke Hawaii?... dan Kapan ya gua bisa menjawab semua ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir adalah pertanyaan terpenting dan menjadi alasan mengapa gua suka bepergian kesana kemari, berpetualang menjelajahi daratan dan lautan. Karena bagi gua, dunia adalah pertanyaan yang harus gua jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Mbah dimanapun engkau berada, apakah masih hidup di Indonesia? Ataukah di Hawaii? Atau apakah Engkau sudah meninggal? Meninggal secara wajar? Ataukah dicabik-cabik hiu? Gua ingin mengucapkan terima kasih. Ternyata perjumpaan kita yang sebentar, berpengaruh besar bagi diri gua. You’re one of my inspirations. Jikalau suatu saat nanti gua sampai ke Hawaii, gua akan menuliskan namamu dengan ukuran font yang besar diatas pasir. Hmmm…. By the way, jenengmu sopo tho mbah???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal nama, mungkin ada benarnya statement nama itu adalah doa orangtua. Orangtua gua memberi nama “Aditya” yang berarti “Matahari” dalam bahasa Jawa Kuno. Matahari bersinar dan memberi penghidupan bagi seluruh makhluk di bumi. Mungkin itu juga harapan orangtua gua,  agar gua paling tidak dapat bersinar untuk keluarga dan orang-orang di sekitar gua. Bener tho Pak, Bu… Kalo itu adalah harapan kalian? Hiks… Hiks… Terharu gua…. Mmmm… Atauuuu… Jangan-jangan nama gua didapet gak sengaja lagi? Abis baca-baca koran? Awas aja kalo ampe ketauan gitu. Rrrrr… Hahahahaha… Apapun itu, bagi gua gak ada permukaan bumi yang gak pernah tersentuh matahari. Begitupula gua akan mencoba seperti matahari menginjakkan kaki gua di seluruh permukaan bumi*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*berlebihan mode: ON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/TF4GQbaA7-I/AAAAAAAAAGE/gXIffkwh_AU/s1600/mas+ngganteng.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/TF4GQbaA7-I/AAAAAAAAAGE/gXIffkwh_AU/s400/mas+ngganteng.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502842673997869026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-2508104719993716773?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/2508104719993716773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=2508104719993716773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/2508104719993716773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/2508104719993716773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2010/08/my-soul.html' title='My Soul'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/TF4GQbaA7-I/AAAAAAAAAGE/gXIffkwh_AU/s72-c/mas+ngganteng.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-3095480569829399633</id><published>2010-03-29T09:52:00.029+07:00</published><updated>2010-03-29T15:31:22.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Legenda Tugu Monas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AYNpwVaGI/AAAAAAAAAD8/tLtiMRmgRLU/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AYNpwVaGI/AAAAAAAAAD8/tLtiMRmgRLU/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453885771571619938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pada zaman dahulu kala, di sebuah negeri yang kini bernama Indonesia, hiduplah dua orang raksasa yg bernama Raksasa Maho dan Raksasa Liyus. Sebenarnya kedua Raksasa ini berasal dari satu perguruan yaitu Perguruan ’Duren Mbakule’ yang dipimpin oleh Raksasa Pertapa Ki Tuhu. Namun, permasalahan kecil menjadikan mereka bermusuhan. Penyebabnya sepele, ketika terjadi pertarungan antar keduanya dalam sebuah kompetisi yg diadakan Ki Tuhu, Raksasa Maho menjitak kepala Raksasa Liyus terlalu keras sehingga menyebabkan kepalanya menjadi pitak....&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AXPnrH6yI/AAAAAAAAADs/JuT3TztnrUc/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AXPnrH6yI/AAAAAAAAADs/JuT3TztnrUc/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453884705861004066" /&gt;&lt;/a&gt; Pada suatu hari ketika Raksasa Maho sedang menyantap makanan kesukaannya yaitu molen nanas, ia tersedak.&lt;br /&gt;"Busyet! Keras amat ini nanas! Syaul, ampe nyangkut di kerongkongan" batin Raksasa Maho.&lt;br /&gt;Raksasa Maho kemudian mengeluarkan nanas tersebut dari mulutnya, dan dengan kesaktian dan kreatifitasnya ia mengubah nanas tersebut menjadi sebuah karya seni.&lt;br /&gt;"Daripada mubadzir, gak jadi dimakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AX4sKE5sI/AAAAAAAAAD0/pVGAfmhRVsg/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AX4sKE5sI/AAAAAAAAAD0/pVGAfmhRVsg/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453885411439208130" /&gt;&lt;/a&gt; "Bagus juga ya karyaku... Aku namakan ini Monas, Molen Nanas!!!" Raksasa Maho berkata dengan lantang. &lt;br /&gt;Tak sampai lama, kabar kemunculan Monas terdengar sampai seantero negeri. Keindahan dan kebesarannya sampai-sampai membuat penduduk negeri menyembah-nyembahnya seperti mereka menyembah berhala. Saat itu memang masih jaman jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Ahcsut9MI/AAAAAAAAAF8/vrWkIz_MNww/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Ahcsut9MI/AAAAAAAAAF8/vrWkIz_MNww/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453895925672834242" /&gt;&lt;/a&gt; Berita karya seni Raksasa Maho itupun terdengar oleh Raksasa Liyus. "Syaul Maho! Makin terkenal aja dia. Akan kuhancurkan karyanya demi membalaskan dendamku karena ia telah membuat kepalaku menjadi pitak seperti ini! Biar dia tahu itulah yg akan terjadi bila berurusan dengan keluarga Setiadi,... maksudku Liusetiadi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raksasa Liyus mengamuk dan melampiaskan dendamnya pada Monas. Liyus menendang-nendang Monas dengan sekuat tenaganya, namun Monas tetap seperti sediakala, tidak bergerak apalagi rusak. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AZa31jslI/AAAAAAAAAEc/qO25Sa-qOFY/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AZa31jslI/AAAAAAAAAEc/qO25Sa-qOFY/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453887098201551442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AaMHyXS8I/AAAAAAAAAEs/Y0YvDJihbzU/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AaMHyXS8I/AAAAAAAAAEs/Y0YvDJihbzU/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453887944296713154" /&gt;&lt;/a&gt; ”Kuat sekali bangunan ini! Aku bahkan tak sanggup membuat kerusakan kecil padanya” Liyus mulai frustasi.&lt;br /&gt;Tapi bukan Liyus namanya kalau ia kehabisan akal. Ia kemudian melakukan tindakan yang tidak diduga oleh manusia pada jaman itu. Ia mengencingi tugu Monas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AamQgs5II/AAAAAAAAAE0/0oMNrGa2rmE/s1600/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AamQgs5II/AAAAAAAAAE0/0oMNrGa2rmE/s200/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888393315148930" /&gt;&lt;/a&gt; Sore harinya, Maho seperti biasa mengunjungi hasil karyanya. &lt;br /&gt;”Monaaaas.... Papa datang... Mmmmmuaaaahhh...” Maho menyapa dan mencium Monas.&lt;br /&gt;”Kok bau pesing ya? Kamu ngompol ya Monas.... ??? Tapi....” Maho mulai curiga dan mengendus Monas sekali lagi.&lt;br /&gt;”Kuraaaang Ajaaaaaarrrrrrr!!!! Aku kenal bau ini!!! Smells like teen spirit!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AbBvfpPRI/AAAAAAAAAE8/Pjhx05pXTYU/s1600/8.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AbBvfpPRI/AAAAAAAAAE8/Pjhx05pXTYU/s320/8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453888865488682258" /&gt;&lt;/a&gt; Malam itu juga Maho mencari keberadaan Liyus. Ia sangat yakin kalau bau pesing itu berasal dari air ketuban, eh maksudnya air kencing Liyus. Berjam-jam ia mencari dan barulah pada keesokan paginya ia menemukan Liyus di sebuah padang rumput yang luas.&lt;br /&gt;”Liyussss!!!! Apa yg kau lakukan pada Monas-ku???” Maho bertanya pada Liyus.&lt;br /&gt;”Itulah akibatnya kalau kau membuat masalah denganku!” Liyus menggertak balik.&lt;br /&gt;”Oh jadi hanya karena pitak itu kau dendam kepadaku???”&lt;br /&gt;”Ya betul! Gara-gara itu kegantenganku berkurang. Para bidadari sering mengolok-olokku.”&lt;br /&gt;Pertarungan tak dapat terhindari. Saling jual beli pukulan pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Abe3OpbLI/AAAAAAAAAFE/-_G_q-c5258/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Abe3OpbLI/AAAAAAAAAFE/-_G_q-c5258/s320/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453889365781081266" /&gt;&lt;/a&gt; Pertarungan berlangsung lama dan cenderung imbang, sampai pada akhirnya Raksasa Maho mengeluarkan ajian pamungkasnya yaitu ’Ajian Gunung Kemukus’. Dengan ajian ini Maho dapat mengubah siapa saja menjadi hewan dan ketika itu dikeluarkan Liyus pun berubah menjadi anak kambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Ab3B2SS0I/AAAAAAAAAFM/VawzsjzF5vA/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Ab3B2SS0I/AAAAAAAAAFM/VawzsjzF5vA/s320/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453889780948552514" /&gt;&lt;/a&gt; ”Kau, telah berbuat curang Ho!” Liyus tidak terima.&lt;br /&gt;“Siapa yang curang??? Peraturan belum dibuat kawan!“ Maho berkelit.&lt;br /&gt;”Kembalikan aku ke bentuk semula!”&lt;br /&gt;”Apa jaminannya jika kau kukembalikan seperti sediakala?”&lt;br /&gt;”Anggaplah aku berhutang kepadamu, Ho!” Liyus memohon.&lt;br /&gt;”Hutang terus! Berapa banyak yang belum kau bayarkan kawan? Aku takkan memberimu lagi! Lagipula dendammu tidak akan ada habisnya. Aku khawatir kau akan tetap mengusikku jika aku mencabut kutukanku.” Maho kukuh pada pendiriannya.&lt;br /&gt;”Baiklah Ho! Tapi tidak adakah binatang yang lebih baik dari anak kambing?” Liyus protes kembali.&lt;br /&gt;”Ini anak dikutuk masih nawar aja. Lo kata belanjaan??? Masih mending gua ubah jadi anak kambing, daripada jadi anak haram... Okelah kalo begitu aku akan mengubahmu menjadi kuda.” Maho mengabulkan permintaan Liyus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Aclg_He9I/AAAAAAAAAFU/5lyV9wQKrPA/s1600/11.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Aclg_He9I/AAAAAAAAAFU/5lyV9wQKrPA/s320/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453890579581074386" /&gt;&lt;/a&gt; Tak lama kemudian datanglah Ki Tuhu. ”Ho, darimana kau dapatkan kuda ini?” tanyanya.&lt;br /&gt;”Ini aku guru...” jawab Liyus.&lt;br /&gt;”Wow! Kudanya bisa berbicara!!!” Ki Tuhu terkagum-kagum.&lt;br /&gt;”Dasar guru bodoh! Ho, kamu saja yang ngomong!” Liyus tambah kesal.&lt;br /&gt;”Guru aku telah mengubah Liyus menjadi kuda!” Maho menerangkan.&lt;br /&gt;”Maho kau keren sekali” Ki Tuhu sempat terkagum sebelum akhirnya ia sadar ”Apa yang kau lakukan Ho! Tindakanmu sungguh keterlaluan!”&lt;br /&gt;Ki Tuhu kemudian membujuk Maho agar mau mencabut kutukannya namun Maho tetap pada pendiriannya sehingga Ki Tuhu pada akhirnya mengusir Maho dari tanah cikal bakal negara Indonesia ini. Sebelum Maho pergi ia berpesan pada Liyus untuk bertobat memohon ampunan kepada dewata. Hanya dengan itulah dia dapat kembali seperti semula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AdBDZnoII/AAAAAAAAAFc/nYBnPCyBeK4/s1600/12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AdBDZnoII/AAAAAAAAAFc/nYBnPCyBeK4/s200/12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453891052675506306" /&gt;&lt;/a&gt; Satu millenium kemudian, setelah Liyus menjalan hidup 1000 tahun sebagai kuda, berganti-ganti majikan dan berganti-ganti pekerjaan: sebagai kuda balap, sebagai penarik delman sampai pernah ia menjadi kuda lumping. Semua ia lakoni dengan niatan ingin bertobat dan atas kesungguhannya itu para dewata mengembalikan ia ke bentuk semula, namun dikarenakan sudah sangat lama, para dewata lupa dengan bentuk asli Liyus sehingga Liyus menjadi manusia dengan rupa yang tidak terlalu mirip dengan awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AeuW2hKXI/AAAAAAAAAF0/W0D_ovUIYtQ/s1600/13.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AeuW2hKXI/AAAAAAAAAF0/W0D_ovUIYtQ/s200/13.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453892930502732146" /&gt;&lt;/a&gt; Liyus tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan setahun kemudian ia menikah dengan gadis pujaannya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi dengan Tugu Monas? Monas tetap bertahan hingga sekarang dan menjadi simbol ibukota negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Ad30ISZgI/AAAAAAAAAFs/V-9cRyso7S4/s1600/14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7Ad30ISZgI/AAAAAAAAAFs/V-9cRyso7S4/s400/14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453891993469085186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-3095480569829399633?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/3095480569829399633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=3095480569829399633' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/3095480569829399633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/3095480569829399633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2010/03/legenda-tugu-monas.html' title='Legenda Tugu Monas'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/S7AYNpwVaGI/AAAAAAAAAD8/tLtiMRmgRLU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-4091683214173946704</id><published>2010-03-26T15:16:00.006+07:00</published><updated>2010-03-26T16:56:01.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>TELOR</title><content type='html'>Pada suatu siang di bulan Maret 2010, gua makan bersama teman gua Liyus dan Anton di sebuah warteg di kota Serang, Jawa Barat. Anton terlalu khusyuk makannya sehingga tidak terlibat dalam pembicaraan berikut. Ia hanya mendengarkan sambil sesekali terlihat ngeces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liyus: telor asin tuh Ho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua: Iya moga-moga enak nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liyus: Yg terkenal enak mah di Brebes Ho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua: Emang itu oleh-oleh khas sana Yus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liyus: Ada cerita nih Ho.. Ada supir truk maen sama PSK.  Setelah maen, PSK-nya nanya "Mas orang Brebes ya???"...  "Kok bisa tau dek???" kata supir truk.  "Ya tau dong, soalnya TELOR-nya ASIN!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua: Hehehe... Gua juga ada cerita nih Yus... Ada supir truk maen sama PSK. Setelah maen, PSK-nya nanya "Mas orang Betawi ya???"...  "Kok bisa tau dek???" kata supir truk.  "Ya tau dong, soalnya TELOR-nya BERKERAK!!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-4091683214173946704?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/4091683214173946704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=4091683214173946704' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4091683214173946704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4091683214173946704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2010/03/telor.html' title='TELOR'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-1411977578095492040</id><published>2009-08-03T11:50:00.008+07:00</published><updated>2009-11-11T16:29:09.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Parental Advisory - Explicit Content part.3 ******* (dalam lakon "Suka-Duka Praktikum") *******</title><content type='html'>Awal 2003, termasuk tahun pertama gua kuliah di kampus tercinta, jurusan Teknik Elektro di sebuah universitas negeri di pulau Jawa. Kebanyakan mahasiswa  kampus ini pasti setuju kalau masa-masa awal perkuliahan merupakan masa-masa terberat. Di dua semester itu, kami mesti menerima fakta bahwa sebenarnya Indonesia belum merdeka. Bagaimana bisa dibilang merdeka, wong hampir tiap hari di sepanjang tahun, kami ditekan dan ditindas oleh para penjajah yang masih berasal dari bangsa sendiri, masih berasal dari rumpun yang sama, yang tidak lain adalah para senior  di kampus tersayang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap selesai perkuliahan, ketua angkatan yang biasa disebut Komting selalu berkata “Angkatan 2002 jangan pulang dulu… Senior mau masuk!!!” Bahkan saking seringnya sampai-sampai terkadang sebelum si komting bicara, sudah ada yang mendahului ngomongin hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu terdengar suara dari arah luar. Brakkk!!! Pintu terbuka seperti didobrak. Masuklah beberapa pemuda dekil yang sudah pasang muka galak terlebih dahulu “Selamat siang adek-adek…” berkatalah seseorang diantara mereka memulai pembicaraan. Tampaknya ia adalah seorang yang telah ditunjuk untuk menjadi juru bicara. “Bla… Bla… Bla… %$&amp;*&amp;^&amp;$*$*%%*%@**!!!... Bla… Bla… Bla… #&amp;$&amp;$*%*%#@*!!! Fyuh.., panjang banget deh omongan orang itu. Intinya kita dikasih tugas tambahan. Macem-macem bentuknya. Misalnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;translate&lt;/span&gt; buku atau bersihin kampus. Pokoknya orang-orang itu kayaknya gak rela kalo kami bisa bernafas lega dan seneng ngeliat kami menderita. Bener-bener dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bisa saja kami menolak dan memboikot tugas-tugas tersebut. Namun apa daya, kami hanyalah ‘anak baru’ dan mereka terlalu ‘mengusai’ kampus bahkan sampai “menyentuh” perkulian. Salah satu yang dikuasai adalah praktikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktikum adalah praktek dari sebuah mata kuliah. Tidak semua memang, namun cukup banyak  mata kuliah yang dipraktekkan. Nilai dari praktikum tetap wewenang dosen, namun pada pelaksanaannya dilakukan oleh mahasiswa sebagai asisten, dan disinilah para senior bermain. Seringkali praktikum  dijadikan alat oleh senior untuk mengancam juniornya. Praktikum memang hanya 1 sks, tapi malah sering mengalahkan 20 sks lainnya. Para mahasiswa biasanya rela melakukan apa saja agar dapat lulus praktikum walaupun terdapat ‘syarat-syarat’ yang diluar batas kewajaran. Bahkan saking takutnya akan ‘ancaman tidak lulus’ dari para seniornya itu, mereka terkadang mengorbankan mata kuliah lainnya yang notabene mempunyai jumlah sks lebih banyak. Anggapan mereka adalah bahwa para dosen pasti lebih ‘manusiawi’ ketimbang senior-senior mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, gua terduduk kaku di lantai kamar kost. Udah dua hari ini gua begadang demi menyelesaikan laporan praktikum. Fyuh, akhirnya kelar juga. Walaupun mengorbankan jari-jari gua yang kaku, sampe-sampe pulpen seolah-olah udah menjadi satu kesatuan sama jari gua, saking lamanya nempel di tangan. Sekedar pemberitahuan aja, kalo laporan praktikum ditulis tangan dengan warna tinta berbeda tiap tahunnya dengan tebal laporan bisa mencapai 500 lembar untuk 1 mata praktikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 6.15. “Saatnya asistensi nih…” gua memasukkan laporan gua ke dalam tas dan bergegas keluar kamar. Gua memang harus menyerahkan laporan itu pagi-pagi buta, sebelum mas asisten keluar dari kos-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua percepat langkah kaki gua menuju kos asisten. Gak peduli kuburan, tanah becek, jalan gang, jalan raya,… semua gua lewati. Hanya berharap mendapatkan sebuah tanda tangan dan tulisan kecil “acc”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, setelah melalui berbagai medan, atlet jalan cepat itu (yaitu gua sendiri) sampai di rumah yang dituju. Setelah gua mengetok dan mengucapkan salam, seorang ibu paruh baya (kita anggap saja “Mawar”), memakai kutang warna putih dan hot pant merah muda, membukakan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua : “Glek” (nelen aer ludah)&lt;br /&gt;Mawar : “Nyari siapa dek?”&lt;br /&gt;Gua : “Mmm…Mas… Mas XXX ada Bu?”&lt;br /&gt;Mawar : “Sebentar ya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu “Mawar” kemudian masuk ke dalam dan tidak lama kemudian keluar lagi. Sial!!! Padahal gua berharap dia agak lamaan di dalem, trus dari luar gua mendengar suara “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ah… Oh… Yes!!! Once more baby… you bad boy…&lt;/span&gt;”, supaya tulisan gua ini bisa lebih panjang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar : “Mas XXX-nya gak ada tuh dek…”&lt;br /&gt;Gua  : “Ssllrruupp…. Kalo boleh tau dia kemana ya Bu???” (masih mikir yang jorok-jorok) &lt;br /&gt;Mawar : “Gak tau ya… Tadi saya ketok gak ada suara dari dalam. Yang ada cuma suara desahan…”&lt;br /&gt;Gua : “Desahan???” (terlihat antusias)&lt;br /&gt;Mawar : “Gak deng, cuma bercanda… Gitu aja kok dibawa serius… Hehehe…” (terlihat seneng ngerjain anak kecil)&lt;br /&gt;Gua : “Kirain…”&lt;br /&gt;Mawar : “Apa kamu mau ngecek sendiri ke dalam?”&lt;br /&gt;Gua : “Ngg… ngg.. nggak kok Bu. Gak usah. Saya udah percaya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua buru-buru pergi dari situ. Daripada terjadi hal-hal yang memang ‘diinginkan’. “Tidak deh… Makasih… Gua cukup setia kok dengan Azumi.” (pada masa itu sedang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;booming-booming&lt;/span&gt;-nya Azumi Kawashima)&lt;br /&gt;Di satu sisi gua seneng pagi-pagi udah diperlihatkan pemandangan yang jarang-jarang gua temuin (hehehe… bikin mata yang udah 5 watt lampu kuning, berubah jadi 36 watt lampu neon), tapi di sisi lain gua gondok mendapati bahwa pengorbanan gua begadang dua hari (yang sampai menyebabkan sekujur tubuh menjadi kaku) menjadi sia-sia belaka! “Apa jangan-jangan ada konspirasi atau unsur kesengajaan disini???.” Pikiran gua mulai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;su’udzon&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata banyak orang ada istilah ‘naik darah, turun ke bawah’ yang artinya kalo emosi bikin perut jadi mules. “Waduh!!! Ribet deh urusan. Mana kos gua jauh lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua yang pikirannya udah gak karuan (antara memikirkan nasib laporan, memikirkan perut yang mules dan memikirkan ibu-ibu tadi) mulai kehabisan akal. Sepanjang jalan gua berlari sekencang-kencangnya. Tut… Tut… Tut… Dari jalur 1 kereta senja utama memasuki stasiun Jatinegara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hosh,.. hosh… hosh,…” gua mulai kehabisan napas. “Tenaga gua abis nih. Belom makan sih…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan gak jauh dari tempat gua berdiri ada tukang burjo (bubur kacang ijo). “Lumayan deh, buat ngisi bensin…” Gua masuk ke dalam kiosnya dan memesan mie rebus telor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak pake lama pesenan gua jadi. “Mmmm,.. yummy… mantaaap….” Gua langsung menyantap mie yang disajikan. Saking lahapnya mie langsung tinggal separuh. Namun tiba-tiba dari arah selatan terdengar bunyi. Prettt… Preett… Creett… Creett… “Eh busyet, gua lupa! Tadi gua kan lari-lari gara-gara perut mules. Sekarang kecapekan malah gua makan…. Bukannya makin ‘ke-dorong’???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi berapa bang???” gua langsung berdiri dan membayarkan sejumlah uang sesuai nominal yang disebut abang tukang burjo. Keluar dari tempat burjo, gua langsung lari. Ngibrit sekenceng-kencengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Burjo : “Oalah… Semangat banget anak itu yak? Mungkin atlet lari kalee… Kayak sapa kiye? Liem Swie King… Betul kayak Liem Swie King!&lt;br /&gt;Pembeli Burjo : “Liem Swie King mah bukan atlet lari atuh bang… Dia mah  pemaen drumband! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain tempat, gua sudah hampir separuh jalan menuju kost. Tepatnya dekat kost Yunan. “Nan… Nan… Nan… Spadaaaa… Sialan si Yunan belom bangun lagi! Langsung aja dah menuju kamar mandinya” gua ngacir kearah kamar mandi umum yang letaknya gak jauh dari kamar Yunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astaga… Ada orang yang make… Maap mas, saya nggak tau…” gua mulai hopeless dan tanpa pikir panjang kembali berlari. Kalo diliat-liat, gua yang berlari-lari cocok juga divideo-in buat soundtrack lagu “Stasiun Balapan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fyuh, akhirnya kuburan! Jalan potong paling deket menuju kost gua.”  Harapan kembali terbuka. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The promised land&lt;/span&gt;…. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Here I come&lt;/span&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;But wait&lt;/span&gt;… Gila nih! Alarm weker di perut gua makin menggila. Kalo gua ke kost sempet sih… tapi waktu gua naek keatas lewat tangga apa gak bahaya tuh? Gimana kalo tiba-tiba jatuh. ‘Plung’… Trus ada yang ada ngeliat. Muka gua mau ditaruh dimana? Masak iya  gua bilang “Aduh pake jatuh lagi pisang gorengnya. Gapapa deh belom 5 menit! Nyam… Nyam…” langsung gua caplok daripada malu. Gak mungkin kan??? Sementara kalo gua di WC bawah juga gak mungkin. Anak-anak kost bawah kan pada nge-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;geek&lt;/span&gt; semua. Prinsip mereka 4K (Kos, Kampus, Kantin, Kakus). Pasti pagi ini mereka lagi berebutan kamar mandi biar bisa duluan sampe di kampus. Biar dapet bangku paling depan. Jadi, kalo gua berharap jam segini ada kamar mandi kosong sama aja dengan gua berharap Azumi maen sinetron di Indonesia… Mustahil!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara gua mesti cari tempat yang tidak strategis di deket pekuburan ini. “Dimana ya??? Aha!!!” gua menemukan spot yang bagus di pojokan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak pake lama gua langsung semedi di tempat tersebut. Sebenernya sih agak serem juga tapi mau gimana lagi? (Telor udah di ujung tanduk nih… Telor ceplok pula!) Bodo amat dah! Walaupun pikiran gua udah bayangin macem-macem… Seandainya tiba-tiba ada tangan muncul dari dalam tanah. Kemudian tangan itu mulai meraba kaki-kaki gua yang mulus, dan menjelajahinya sampai pangkal paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua  : “Woi mau ngapain lo!!!”&lt;br /&gt;Tangan setan : “Ka…Kaga bang, ane cuma mau bantuin nyebokin doang”&lt;br /&gt;Gua  : “Ooooh…. Ya udah terusin deh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Owek… Owek…” terdengar tangisan. “Loh kok bayi?” gua melihat kebawah. “Oooh, suara anak tetangga… Syukurlah… Gua kirain…” Yes! Akhirnya bisa keluar juga… Merdekaaaa!!!!! “Fyuh,… Legaaaa…” batin gua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara langkah manusia…. Ternyata adalah seorang perempuan berkacamata. Kelihatannya ia hendak menuju kampus. Terlihat dari tangannya yang menenteng sebuah buku. “Waduh, tengsin nih kalo gua ampe ketauan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua beranjak dari situ. Kebetulan gak jauh dari situ ada nisan yang udah rada kotor ketutupan daun-daun kering. Mulailah gua beraksi. Membersihkan dedaunan seolah-olah orang yang lagi ‘nyekar’. Mbak-nya pun lewat dan nampaknya ia memang tidak curiga sedikit pun atau mungkin saja yang ada di otaknya cuma Kalkulus dan angka-angka doang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Whatever&lt;/span&gt;, yang penting &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mission accomplished&lt;/span&gt;! Tinggal tersisa satu PR. Apa yang harus gua lakukan dengan ‘pisang penyet’ ini??? Gak mungkin kan seorang profesional meninggalkan barang bukti semudah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka melayanglah ingatan gua… Terus melayang sampai di zaman ketika manusia pertama kali menginjakkan kaki di bumi… Ketika Qabil membunuh saudaranya sendiri yaitu Habil… Ketika ia kemudian melihat burung gagak yang melakukan hal yang sama… Ketika burung gagak yang hidup menguburkan  burung gagak yang mati… “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;That’s it&lt;/span&gt;!!! Gua akan mengikuti langkah Qabil yaitu meniru apa yang dicontohkan burung gagak. Dengan begini berarti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mission is really accomplished&lt;/span&gt;!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notes:&lt;br /&gt;Apa yang gua tulis disini cuma bersifat menghibur (walaupun ini kisah nyata lho!!!). Yang terpenting adalah hikmah yang terkandung di dalamnya. Gua berharap tindakan senioritas yang kelewat batas sudah tidak ada lagi dan syukurlah pada beberapa tahun belakangan hal tersebut makin jauh berkurang. Sistem perkuliahan pun semakin baik. Dan semoga akan terus berlanjut di tahun-tahun ke depannya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-1411977578095492040?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/1411977578095492040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=1411977578095492040' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/1411977578095492040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/1411977578095492040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2009/08/parental-advisory-explicit-content-3.html' title='Parental Advisory - Explicit Content part.3 &lt;p&gt;******* (dalam lakon &quot;Suka-Duka Praktikum&quot;) *******&lt;/p&gt;'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-429174054456978562</id><published>2009-06-12T20:20:00.008+07:00</published><updated>2009-06-14T07:47:01.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat Maho'/><title type='text'>CR7</title><content type='html'>Andaikan jadi hari ini Cristiano Ronaldo memutuskan untuk pindah ke Real Madrid dengan transfer sebesar 80 juta pound, pasti banyak fans Manchester United yang kecewa dengan kepergiannya. Tapi kenapa gua kok merasa biasa-biasa aja yak? Padahal dari awal kedatangannya, bisa dibilang gua salah satu fans beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kepindahannya dari Sporting Lisbon, gua masih inget ketika itu gua sampe ngirim surat pembaca ke tabloid BOLA yang isinya kira-kira “Siapa sih Cristiano Ronaldo? Kok bisa-bisanya pake kostum sakral MU nomer 7. harganya mahal pula: 12,5 juta pound.” Surat itu dijawab oleh BOLA dan masuk rubrik surat pembacanya walaupun bukan kolom utama. (Gua lupa apa nama rubriknya karena gua udah gak berlangganan lagi semenjak Liga Inggris gak ditayangin lagi di TV-gratisan Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua yang penasaran terus mengikuti perkembangan pemain yang belakangan kerap dipanggil CR7 ini. Kok bisa-bisanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;magnificent&lt;/span&gt; 7 United, yang biasa dipakai David Beckham, Eric Cantona, George Best dan Bryan Robson diserahkan sama anak ingusan yang ketika itu masih memakai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jersey&lt;/span&gt; kegombrongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, bulan demi bulan hingga saat ini CR7 genap 7 (kurang 1) tahun berada di skuad Setan Merah, gua makin terpesona melihat kemampuannya memainkan si kulit bundar (tapi tidak berbulu). Tidak terhitung (dengan jari tangan dan kaki) sudah berapa banyak download-an video aksi-aksi orang purtugis ini memenuhi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;harddisk&lt;/span&gt; gua (selain video Maria Ozawa). Fantastis! Jelas sekali manajer MU, Sir Alex ferguson sangat jeli dalam menilai potensial pemain muda. Tidak salah kalau ia memberikan kostum nomer 7. Benar-benar magnificent 7!!! Pokoknya dalam 7 (kurang 1) tahun ini Ronaldo bener-bener merasuki jiwa gua. Dari mulai video, poster, tampang (kalo yang ini emang dasarnya dari lahir muka gua udah latino gitu deh), gaya bermain sepakbola sampe-sampe ketika maen PES gua juga cuma ngandelin Ronaldo (padahal maen bola kan harusnya 11 orang ya???).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan 2008, Ronaldo mengantar MU meraih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;double winner&lt;/span&gt;, menjuarai Liga Champions plus Liga Inggris. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris dan torehan 40 golnya di seluruh kompetisi juga menjadikannya pemain tersubur di Eropa. Puncaknya ia meraih gelar pemain terbaik dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat masa jayanya itu gua sempat khawatir kalau-kalau Ronaldo terbuai dan menjadi besar kepala seperti Fir’aun di Mesir dan Julius Caesar di Roma. Apalagi ketika itu tawaran datang bertubi-tubi dari Madrid. Gua juga takut kalau Ronaldo bakal tergiur dan mendesak Sir Alex untuk pindah klub dengan alasan prestasinya yang segudang membuat ia memerlukan tantangan baru. Untungnya pada kompetisi Piala Eropa, ia gagal membawa Portugal meraih gelar juara. Sehingga tidak ada statement “Inilah gua! Apapun yang gua sentuh jadi emas. Siapapun yang gua bawa jadi juara!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini Ronaldo gagal membawa MU meraih gelar, dan yang mengejutkan gua adalah pernyataannya ke publik bahwa Sir Alex adalah penyebab kegagalan MU di final. Gila! Kurang ajar banget ini anak. Padahal kan Sir Alex bisa dikatakan ayah keduanya. Siapa yang membela dia waktu bertikai dengan van Nistelrooy? Siapa yang mendukungnya ketika ia dicemooh publik sepakbola Inggris ketika kasus pertikaiannya dengan Wayne Rooney di Euro 2008? Siapa yang nganterin dia sekolah di SD inpres? Gua rasa hal inilah yang membuat gua tidak menyayangkan kepergian Ronaldo ke Madrid. Gua juga gak menyalahkan Sir Alex bertindak seperti itu, sama halnya ketika gua setuju Malin Kundang dikutuk emaknya menjadi batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan Ronaldo emang udah gak bisa ditolerir. Kalau gua jadi manajer MU pastilah udah panas kuping gua. Lagipula, uang 80 juta pound itu sangat besar dan bisa dipakai buat beli 2 atau 3 pemain baru kaliber dunia. Malah sisanya masih cukup buat bayar zakat fitrah. Gua rasa gak cuma gua yang merasa begitu. Temen gua (anak buah gua), Adhi Laksono, juga udah merelakan kepergian CR7. Ia berujar “Gak papa, udah mulai sombong soalnya si CR7. Siapa tau MU dapet pemain yang lebih sholeh, alim, rajin sholat n gemar menabung.... :D”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, buat Ronaldo, have fun in Madrid. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;U’re still in my heart, but Manchester United always on top!!! &lt;/span&gt;(gay banget gak sih kedengarannya???)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-429174054456978562?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/429174054456978562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=429174054456978562' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/429174054456978562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/429174054456978562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2009/06/cr7.html' title='CR7'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-4084144003971678115</id><published>2009-03-15T09:41:00.012+07:00</published><updated>2009-03-16T10:32:36.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Ye' Mmm.....</title><content type='html'>Setiap orang yang akrab dengan dunia maya pasti mengenal istilah chat. Bisa diartikan obrolan lewat tulisan atau lebih lengkapnya menurut kamus komputer, chating adalah percakapan interaktif antar sesama pengguna komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling berinteraktif melalui teks, maupun suara. Salah satu aplikasi yang digemari untuk ini adalah yahoo messenger (YM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi gua, YM memang biasanya menjadi salah satu alternatif kalo lagi gak ada kerjaan, selain ngebaca e-mail dari temen-temen di yahoogroups dan ngomentarin orang di facebook. Biasanya sih YM-an jadi pilihan terakhir. Terakhir namun ampuh mengusir kejenuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua sendiri sebenernya bukanlah seorang maniak chating. Gak seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;chaters&lt;/span&gt; lain yang hobi loncat dari satu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room&lt;/span&gt; ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room&lt;/span&gt; yg lain, trus berkenalan dengan orang-orang baru mengandalkan kalimat “asl dunk plz…”, dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nick&lt;/span&gt; beraneka ragam kayak co_cool, chubby_queen, mawar, co_lesbian, dsb. Gua lebih &lt;em&gt;prefer&lt;/em&gt; untuk chat dengan seseorang yang udah gua kenal. Gua ingat betul omongan Emak waktu gua SD ”Dit, kalo lo dikasih chiki sama orang yang belom dikenal, jangan mau ya....” Ucapan itu terus gua pegang teguh ampe sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, ketika chating gua lebih suka dengan lawan bicara cowok ketimbang cewek. Weitt!!!! Jangan buru-buru ambil kesimpulan! Semua ini ada alasannya. Karena tujuan gua buka YM buat menghilangkan kejenuhan dan menurut gua canda tawa merupakan obat mujarab untuk itu, maka kaum Adam menjadi pilihan yang tepat. Dengan mereka gua bisa bebas ngomong tanpa filter, bisa maen ceng-cengan, hina-hinaan, menghina orang lain pokoknya bisa ngilangin stress deh. Beda halnya dengan kaum Hawa yang mayoritas cenderung serius, kadang malah curhat sendiri kayak ”sebel deh sama si ’anu’, temen tapi kok gitu!” atau ”cowok aku gak ngertiin aku deh” atau ”aku udah telat 3 bulan nih (balikin buku di perpus)” atau yang kayak gini ”kamu dimana? dengan siapa? semalam berbuat apa?”. Fyuh... Capek deh! Coba bandingin sama cowok, ada gak yang ngomong kayak gini ”Maho, aku di mall nih lagi pilih-pilih baju. Menurutmu bagusan yang warna pink apa yang kuning???” Hiiiy.... Kalopun ada yang kayak gitu, gua bakalan jawab ”Yang pink ama yang kuning itu tank-top apa bukan cuy?” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, apapun itu, gua gak membeda-bedakan gender. Siapapun yang chat ama gua tetep bakal gua kasih ’&lt;span style="font-style:italic;"&gt;service&lt;/span&gt;’ yang memuaskan. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu pagi di awal bulan Maret 2009,  gua duduk di dekat jendela sambil memandang ke arah luar dengan tatapan kosong. Pagi itu memang bukan pagi yang cerah. Awan-awan hitam terlihat sangat berkuasa di langit, seakan-akan tidak mengizinkan sang surya untuk menyapa para makhluk dengan sinarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enaknya ngapain ya mendung-mendung gini??? Laporan udah gua kerjain, nyikat kamar mandi udah, makan udah dua kali, mau ngojek payung malu ama umur, mau nyuci mobil tapi gak punya mobil. Jadi bingung nih...... Aha!!! Buka YM aja ah, kali aja ada yang bisa diajak ngobrol.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aja buka ’warung’, eh udah ada yang mau belanja. Ternyata si Bonbon. Dia emang udah jadi pelanggan setia ’warung’ gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bond : horny&lt;br /&gt;Maho : halo bon&lt;br /&gt;Bond : odol apaan tuh?&lt;br /&gt;Maho : ooo… odol=idle&lt;br /&gt;Maho : bosen nulis idle, makanya gua ganti odol&lt;br /&gt;Bond : wah mestinya lo bikin tag status yang rada bagusan&lt;br /&gt;Maho : jadi tag gua kurang bagus yak?&lt;br /&gt;Bond : biar menarik perhatian orang laen aja&lt;br /&gt;Maho : contohnya?&lt;br /&gt;Bond : kayak yang orang laen buat&lt;br /&gt;Bond : masak gak pernah liat sih?&lt;br /&gt;Bond : ‘waiting for new project’ ato ‘sibuk buat presentasi’ ato apalah…&lt;br /&gt;Maho : males ah, bukan tipe gua sombong2in diri kayak gitu&lt;br /&gt;Maho : gua kan gak sombong, cuma rada angkuh&lt;br /&gt;Maho : hehe...&lt;br /&gt;Bond : hehe...&lt;br /&gt;Bond : :D (emo ngeliatin gigi)&lt;br /&gt;Maho : ‘lagi maen kartu ama dajjal’&lt;br /&gt;Maho : gimana keren gak?&lt;br /&gt;Bond : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;Bond : ato ‘diajak kencan ama bos’&lt;br /&gt;Maho : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;Maho : cocok tuh!&lt;br /&gt;Maho : ‘diajak kencan diluar ama bos mami, tapi gua tolak!’&lt;br /&gt;Maho : biar terkesan alim&lt;br /&gt;Maho : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Bond : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Bond : trus  ‘diajak kencan diluar ama bos papi, gua terima!’&lt;br /&gt;Maho : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Bond : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Bond : tag-nya ini aja horn ‘terima panggilan…’&lt;br /&gt;Maho : ato gini bon ’ aku malu kalau dibegitukan...’&lt;br /&gt;Bond : gimana kalo ’ABG tetangga...’&lt;br /&gt;Maho : mending ’bu RT-ku yang nakal’&lt;br /&gt;Bond : ’fantasy di akhir pekan’&lt;br /&gt;Maho : ’didalam kelambu banyak nyamuk’&lt;br /&gt;Bond : ’bersama tante susi’&lt;br /&gt;Maho : ’oh yarmi, pembantuku’&lt;br /&gt;Maho : sebentar2... kita ini sebenernya mo ganti tag status apa mo ngarang 17.com sih?&lt;br /&gt;Maho : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;Bond : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Bond : sekalian horn…&lt;br /&gt;Bond : hehe…&lt;br /&gt;Bond : btw, gua ada janji ama pak mardi siang ini&lt;br /&gt;Bond : cabut duluan ya horn&lt;br /&gt;Maho : sip sip&lt;br /&gt;Maho : silakan&lt;br /&gt;Maho : jangan lupa ganti tag statusnya&lt;br /&gt;Maho :’busy – bersama pak mardi’&lt;br /&gt;Maho : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Bond : sialan lo&lt;br /&gt;Bond : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chating ternyata menguras tenaga juga. Abis YM-an perut terasa laper. Makan dulu ah... Abis dzuhur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt; lagi. Hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/Sbxy_4Z6XDI/AAAAAAAAACg/_Sa0IU6PD2o/s1600-h/tiger2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/Sbxy_4Z6XDI/AAAAAAAAACg/_Sa0IU6PD2o/s320/tiger2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313248102188735538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 1-an, ternyata ada lagi yang masuk. Si Mr. X!!! (Nama disamarkan, identitas dirahasiakan). Ketiak, eh maksud gua ketika itu status YM-nya Mr. X adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;invisible for everyone&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mr. X appears to be offline and will receive your messages after signing in.&lt;br /&gt;Mr. X : BUZZ!!!&lt;br /&gt;Mr. X : maho…&lt;br /&gt;Maho : halo cuy…&lt;br /&gt;Maho : ngapain ngumpet-ngumpet???&lt;br /&gt;Mr. X : halo coy, eh cuy&lt;br /&gt;Mr. X : hehe…&lt;br /&gt;Mr. X : ane menghindari wartawan&lt;br /&gt;Mr. X : jangan panggil ane cuy dong&lt;br /&gt;Mr. X : ane kan punya nama&lt;br /&gt;Maho : iye deh X, pa kabar?&lt;br /&gt;Mr. X : baek&lt;br /&gt;Mr. X : eh, bisa tolongin ane gak?&lt;br /&gt;Maho : apaan?&lt;br /&gt;Mr. X : biasa, ngedit ‘xxxxx’ di facebook ane&lt;br /&gt;Mr. X : xxxxx@xxxxx.com&lt;br /&gt;Mr. X : password xxxxx&lt;br /&gt;Maho : yaelah&lt;br /&gt;Mr.X : tolong dong…&lt;br /&gt;Mr. X : maklum, ane kan rada gaptek&lt;br /&gt;Maho : gak janji ya&lt;br /&gt;Maho : koneksi internet lagi lelet soalnya&lt;br /&gt;Mr. X : thanks ya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu emang si X ini sering minta editin sesuatu di facebooknya. Mulai dari edit nama, edit bahasa sampai dengan edit status dari ’&lt;span style="font-style:italic;"&gt;married&lt;/span&gt;’ ke ’poligami’. Ada-ada aja emang si X. Alasannya, facebook lebih ribet dari friendster. Emang dasar males aja kali... Tapi gapapa lah. Anggap aja buat ngisi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mr. X appears to be offline and will receive your messages after signing in.&lt;br /&gt;Maho : udah di-edit!!!&lt;br /&gt;Maho : it's done&lt;br /&gt;Maho : bayar ah....&lt;br /&gt;Mr. X: gratis atuh&lt;br /&gt;Mr. X: kan lagi cari objekan&lt;br /&gt;Maho : masak objekan gratis?&lt;br /&gt;Mr. X : ha..ha2x&lt;br /&gt;Maho : btw temen2 lo cakep2 tuh&lt;br /&gt;Mr. X : ade2 aje ente&lt;br /&gt;Mr. X : masa?&lt;br /&gt;Mr. X : biasa aja kali&lt;br /&gt;Maho : ada yg sexy seronok&lt;br /&gt;Maho : hehehe&lt;br /&gt;Maho : yg namanya ‘rrrrr’&lt;br /&gt;Maho : temen beneran bukan?&lt;br /&gt;Mr. X : temen sekantor dulu&lt;br /&gt;Mr. X : sekarang pindah ke xxxxx&lt;br /&gt;Mr. X : usianya masih muda lo ho&lt;br /&gt;Mr. X : kisaran 23-an&lt;br /&gt;Mr. X : cuma bongsor&lt;br /&gt;Maho : masak sih?&lt;br /&gt;Maho : tapi tetep aja lebih tua dia daripada gua&lt;br /&gt;Maho : gua kan baru jalan 20 tahun.&lt;br /&gt;Mr. X : cape deh...&lt;br /&gt;Maho : kerjanya apa?&lt;br /&gt;Maho : sekretaris or jablay?&lt;br /&gt;Maho : hihihi&lt;br /&gt;Mr. X : dulu sih sales excecutive&lt;br /&gt;Mr. X : tapi sekarang ane gak tau&lt;br /&gt;Mr. X : mane ane tau&lt;br /&gt;Maho : indo yak?&lt;br /&gt;Mr. X : yup, bukan pribumi dia&lt;br /&gt;Mr. X : rumahnya di deket xxxxx&lt;br /&gt;Maho : iyalah keliatan&lt;br /&gt;Maho : sama kayak gua dong!&lt;br /&gt;Maho : gua kan blasteran juga&lt;br /&gt;Maho : portugis sama kamerun&lt;br /&gt;Mr. X : (narik napas)&lt;br /&gt;Maho : btw ini temen kantor lo semua?&lt;br /&gt;Mr. X : kebanyakan&lt;br /&gt;Maho : wah... kantor lo enak banget banyak pemandangan&lt;br /&gt;Maho : kantor gua cowo semua&lt;br /&gt;Maho : pemandangan surem&lt;br /&gt;Mr. X : ya pastilah, namanya juga lagi mendung &lt;br /&gt;Maho : bukan itu!&lt;br /&gt;Maho : maksud gua kalo ngeliat cowok trus, pemandangan jadi surem&lt;br /&gt;Maho : mata cepet belekan&lt;br /&gt;Mr. X : cape deh&lt;br /&gt;Maho : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gua si Mr. X ini emang anaknya alim dan rada polos, tapi soal peruntungan jangan ditanya... Hokinya gede banget!!! Contohnya kayak hal yang satu ini: berada di lingkungan cewek-cewek cakep! Walaupun bisa dibilang dia ’&lt;span style="font-style:italic;"&gt;the wrong man in the right place&lt;/span&gt;’. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm… Kayaknya sebelum gua &lt;span style="font-style:italic;"&gt;logout&lt;/span&gt;, mending gua liat poto-poto temen-temen dia yang lain. Lumayan, cuci mata buat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt;. Abis, di facebook kan gak kayak di friendster. Kalo bukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;friend&lt;/span&gt;, gak bisa buka profil orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi asyik-asyiknya liatin foto-foto syur, ada orang yang ngajak chat di facebook. ”Wah ini pasti temennya si Mr. X nih. Ngeganggu aja…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mr. X appears to be offline and will receive your messages after signing in.&lt;br /&gt;Maho : X, ada yg chat di FB lo tuh&lt;br /&gt;Maho : cewe namanya ’fffff’&lt;br /&gt;Maho : katanya ”bisa dateng malem ini gak?”&lt;br /&gt;Maho : ehm... ehm...&lt;br /&gt;Maho : eh ”bisa datang sabtu ini gak?”&lt;br /&gt;Maho : gua jawab apa cuy?&lt;br /&gt;Mr. X: bilang aja " kalo syuro jam 125:30 ane ga bisa dateng"&lt;br /&gt;Maho : jam 125 jam berapa tuh?&lt;br /&gt;Mr. X : 15:30 maksud ane&lt;br /&gt;Mr. X : bisanya qobla zuhur&lt;br /&gt;Maho : gua tambahin yak "kalo maleman dikit ane bisa dateng kok"&lt;br /&gt;Maho : "hotel mana nih say?"&lt;br /&gt;Maho : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Mr. X : eh kacau ente, itu anak rohis&lt;br /&gt;Mr. X : kacau ente&lt;br /&gt;Mr. X : jangan ho!&lt;br /&gt;Mr. X : bisa dimaki-maki&lt;br /&gt;Mr. X : eh, yang tadi dibilang ke dia gak? &lt;br /&gt;Maho : kaga&lt;br /&gt;Maho : tenang aja X&lt;br /&gt;Maho : masak ane sejahat itu&lt;br /&gt;Maho : o:-) (emo malaikat)&lt;br /&gt;Mr. X : ok deh,  Maho emang yang terbaik&lt;br /&gt;Maho : dia nanya lagi tuh "mungkin bisa nyumbang saran? via milis aja "&lt;br /&gt;Mr. X : yap&lt;br /&gt;Mr. X : diusahakan ya ukhti&lt;br /&gt;Mr. X : bilang gitu aja ke dia&lt;br /&gt;Maho : katanya "key n_n"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jam berapa ya sekarang???” Gua melirik sudut kanan bawah layar komputer. ”Waduh, udah asyar aja! Belom sholat nih. Abis ngeliat yang begituan, wudhu dulu dan membasuh muka. Ini yang dinamakan menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Hehe…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis sholat rasanya seger banget. Ya iyalah tangan basah, kaki basah, kepala basah, celana basah... eh, maaf kalo yang ini tadi kena kesiram air. Maklum deh keran wudhunya kenceng banget. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 16.30. ”Kayaknya chat sekali lagi masih sempet nih!” Gua langsung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;login&lt;/span&gt; YM lagi. ”Siapa aja yang masih &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; nih? Wah, ada si Adhi Laksono. Tag status-nya : ’Twilight, romantis dari segi yang berbeda. Mbaknya mau jadi vampire euy.. hihi..’ ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maho : vampire Maho is coming&lt;br /&gt;Maho : &gt;:) (emo setan)&lt;br /&gt;Adhi : eke ogah digigit yey...&lt;br /&gt;Maho : sapa juga yg mo gigit situ?&lt;br /&gt;Adhi : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;Maho : ane kalo ama korban cowo nyedot darahnya pake sedotan&lt;br /&gt;Maho : kalo cewe sruput langsung&lt;br /&gt;Maho : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;Adhi : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Adhi : jadi pengen euy...&lt;br /&gt;Adhi : hihihi&lt;br /&gt;Maho : makanya cepet2 deh tengah tahun (keterangan: insyaAllah pada tengah tahun nanti Adhi akan melepas masa lajang - red)&lt;br /&gt;Maho : :D (emo ngeliatin gigi)&lt;br /&gt;Adhi : gua sruput habisssss...&lt;br /&gt;Adhi : :)) (emo ketawa)&lt;br /&gt;Maho : gini dhi, buat latihan lo sedot darah si ’wwwww’ aja&lt;br /&gt;Maho : kayaknya banyak tuh&lt;br /&gt;Maho : bisa langsung kenyang&lt;br /&gt;Maho : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Adhi : kalo si ’wwwww’ di sisain gapapa, sisanya bakal banyak&lt;br /&gt;Adhi : hihi&lt;br /&gt;Maho : pokoknya walopun dia punya bayi kembar 5 masih cukup kok&lt;br /&gt;Maho : "papah tenang aja, masih kebagian......"&lt;br /&gt;Adhi : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Adhi : mau gua omongin ke ‘wwwww’ apa loe mau ngomong sendiri?&lt;br /&gt;Maho : piss deh&lt;br /&gt;Maho : hehe…&lt;br /&gt;Adhi : posisi dimana ho?&lt;br /&gt;Maho : gua lagi ngamen dhi&lt;br /&gt;Maho : di lampu merah&lt;br /&gt;Adhi : lampu merah mana?&lt;br /&gt;Adhi : hihi&lt;br /&gt;Adhi : masih di bekasikah?&lt;br /&gt;Maho : kaga&lt;br /&gt;Maho : di jkt&lt;br /&gt;Adhi : dah melancong loe ya?&lt;br /&gt;Maho : nyebrang dikit&lt;br /&gt;Adhi : CD dibawa semua?&lt;br /&gt;Adhi : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Adhi : semakin ku kejar.. semakin menjauh..&lt;br /&gt;Maho : hahaha...&lt;br /&gt;Maho : makanya jalan2 dong&lt;br /&gt;Maho : jangan disitu-situ aja&lt;br /&gt;Adhi : gua jalan2nya ke cirebon, harus nyruput racun2 dari nyonyah... &lt;br /&gt;Maho : oooo pake metode bekam yah???&lt;br /&gt;Adhi : metode apa lagi tuh bekam?&lt;br /&gt;Maho : bekam tuh pengobatan Islami pake ditusuk jarum&lt;br /&gt;Adhi : tusuk jarum? &lt;br /&gt;Maho : yup, kalo lo pasti jarumnya tumpul kan?&lt;br /&gt;Adhi :  iyah, tumpul dan gedhe...&lt;br /&gt;Maho : tumpul dan ngumpet&lt;br /&gt;Maho: kayak kura2&lt;br /&gt;Maho : "mana say???"&lt;br /&gt;Maho : "adeknya adhi, where r u???"&lt;br /&gt;Adhi : ah, jangan suka nyari temen gitu kenapa ho.. kan gua jadi gak enak kalo bikin loe jadi gak pede&lt;br /&gt;Maho : lo jangan meremehkan daku dhi, sebelom mak erot mati, gua udah kesana&lt;br /&gt;Maho : =)) (emo ketawa guling-guling)&lt;br /&gt;Adhi : sekarang loe kos sama siapa?&lt;br /&gt;Adhi : dari blok M mananya? hihi... gua hafalnya cuma blok M doang&lt;br /&gt;Maho : gua kaga ngekos kali&lt;br /&gt;Maho : kalo cuma jkt-bekasi mah laju aja&lt;br /&gt;Adhi : weee... mantab sekali abang kita ini... kagak capek gitu ya&lt;br /&gt;Maho : anggap aja sekalian fitness&lt;br /&gt;Maho : wah sayang sekali dhi &lt;br /&gt;Maho : waktu jualah yang memisahkan perjumpaan kita&lt;br /&gt;Maho : gua cabut dulu yah&lt;br /&gt;Maho : daaaaggghhh&lt;br /&gt;Maho : waktunya pulang&lt;br /&gt;Maho : hehehehe....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fyuh, enak banget gini terus. Gak ngapa-ngapain dapet duit lagi. Sering-sering aja. Hahaha.... Oya, buat temen-temen yang belom nge-add YM gua, invite van_hoorney@yahoo.com. Have a nice day yah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-4084144003971678115?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/4084144003971678115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=4084144003971678115' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4084144003971678115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4084144003971678115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2009/03/ye-mmm.html' title='Ye&apos; Mmm.....'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/Sbxy_4Z6XDI/AAAAAAAAACg/_Sa0IU6PD2o/s72-c/tiger2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-2747722254820902107</id><published>2009-02-08T18:26:00.023+07:00</published><updated>2009-02-09T21:21:21.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>From Starterpack to Sixpack</title><content type='html'>Cerita kali ini gua persembahkan buat temen-temen gua yang merasa dirinya kelebihan berat badan dan ingin menguranginya. Terutama buat mas Adhi Laksono yang lagi giat-giatnya diet menjelang hari pernikahannya yang tinggal hitungan bulan. Semoga kisah gua ini bisa menjadi inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu memasuki akhir bulan Februari 2007. Masa perkuliahan gua udah memasuki semester 10. Seperti biasa, sedari pagi gua udah nongkrong di depan komputer. Bukan belajar atau ngerjain tugas akhir, tetapi sekedar main game atau apalah, yang penting bisa menjadi pelarian dari tekanan untuk segera lulus dan mendapatkan gelar sarjana. Memang, beberapa teman seangkatan gua udah lebih dahulu lulus dan diwisuda pada Januari tahun itu. Contohnya, sahabat karib sekaligua mentor gua yaitu Abang Yunan. Kelulusannya memang sangat mengejutkan banyak orang. Tidak ada yang menyangka ia bakalan lulus secepat ini. Prediksi setiap orang meleset, bahkan banyak bandar taruhan mengaku bangkrut setelah kelulusannya. Tapi apapun itu, kerja kerasnya memang patut diacungi jempol. Lagipula keliatannya usia si Yunan juga memang sudah memasuki separuh baya. Kasian juga kalo ampe kelamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SY7HKGk0VYI/AAAAAAAAACI/cjHe-7xs1Lk/s1600-h/yunan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SY7HKGk0VYI/AAAAAAAAACI/cjHe-7xs1Lk/s200/yunan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300392787839309186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lagi buka-buka dokumen foto wisuda Yunan, gua jadi inget kalo gua udah lama gak upload foto di Friendster. ”Upload yang mana yah??? Poto ospek 2004, poto KKL, poto KKN, poto Pamela atau.... Wah ini mah jadul semua! Mmm..... Oh iya! Poto waktu di Ungaran aja.” Kebetulan pada akhir 2006, gua ke Gunung Ungaran dalam rangka Pendidikan Dasar Philar XV. Karena udah senior, biasalah kerjaannya poto-poto doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua telurusi folder ’Pendas Philar 2006’. Akhirnya gua temuin poto yang rada keren. Di foto itu gua lagi tolak pinggang (khas para pejuang yang berpose di buku sejarah), memakai celana tentara ¾, berlatar belakang goa yang diatasnya mengalir air terjun. Elok nian poto ini. Sayang seribu sayang, di foto ini gua lagi telanjang dada....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya soal ketelanjangan itu bukan masalah buat gua. Yang jadi persoalan sekarang adalah gua baru menyadari bahwa timbunan lemak di perut gua udah berubah dari tas pinggang menjadi tas punggung (cuma ini ditaruh di depan). Gila aja, gua keliatan seperti orang mau melahirkan. Kurang sedikit lagi gua pasti bisa mendaftar sekolah sumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, belakangan ini gua rada males beraktifitas. Ini semua gara-gara patah tulang tangan kiri pada Agustus 2006 (baca juga cerita Parental Advisory – Explisit Content) yang membuat pergerakan gua, yang biasanya pecicilan, agak terhambat. Otomatis hari-hari gua lebih didominasi santai-santai nonton TV atau pelem semi diatas tempat tidur, yang tanpa gua sadari membuat berat badan gua terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran gua mulai berkecamuk. Gua mulai mikir yang kaga-kaga. Jangan sampe deh gua jadi pesumo. Kalo itu ampe jadi nyata, berarti gua mesti pergi ke Jepang dong? Terus sampe disana gua ketemu produser S1 (S One), lalu diajak ke studionya untuk maen pilem bareng Miyabi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miyabi  : “Maho-san, mana nih? Ayo dong, I’m ready.....”&lt;br /&gt;Maho  : “Euuhh…  Euuhh… Duh maaf dek Miyabi. ‘Itu’-nya keganjel perut!”&lt;br /&gt;Miyabi  : “……………” (Bengong sambil ngipas-ngipas)&lt;br /&gt;Maho  : ”Hehehe... Maaf yak semuanya...” (Cengar-cengir salah tingkah)&lt;br /&gt;Sutradara : ”CUTTTT!!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh! Bahaya nih! Gak bisa dibiarin. Gua mesti melakukan sesuatu sebelum ini bertambah parah. Tanpa pikir panjang, gua langsung cabut menuju apotek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di apotek, gua langsung membeli 1 strip obat sakit kepala yang paling murah terus langsung menuju sudut ruangan dimana timbangan berada. Hehe... Tujuan utama gua ke apotek emang nimbang badan, bukan nyari obat! Tapi daripada tengsin, mending keluar duit dikit buat sekedar basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gila!!! 72kg cuy!” Gua langsung ngecek timbangannya. Apa jangan-jangan jarumnya udah dua kali muter. ”Fyuuh... Syukurlah.” Alhamdulillah ternyata baru sekali. Namun tetap saja 72kg bukanlah berat ideal bagi gua yang hanya bertinggi 168cm. Dalam hati gua berkobar-kobar niatan untuk diet ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntungnya, gua adalah seorang yang egois dan berpendirian keras. Apapun yang menjadi kemauan gua harus terlaksana. Tak peduli apapun resikonya. Pokoknya selama hayat masih dikandung badan, gua akan melaksanankan sebisa mungkin apa yang sudah gua niatkan, walaupun harus bersimbah peluh atau darah sekalipun. (Lebay mode: ON)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya berlalu dengan tiada satu detik pun terlewatkan tanpa beraktifitas. Tidak ada bengong, males-malesan ataupun tidur-tiduran. Dalam setiap minggunya, dua kali gua berenang (hari selasa dan kamis), satu kali lari pagi 4km (hari minggu), tiga kali angkat berat (senin, rabu dan jum’at), empat kali senam (hari senin, rabu, jumat dan minggu) dan satu kali futsal (hari sabtu). Kebetulan kuliah gua juga udah selesai, tinggal beberapa mata kuliah saja yang mesti diperbaiki. So, mudah saja untuk mengatur jadwalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berolahraga, gua juga mengatur pola makan. Gua menghindari makanan-makanan yang tinggi kadar lemaknya seperti gorengan atau jeroan. Gua juga mengurangi konsumsi gula. Pokoknya gua bener-bener mengontrol apa yang masuk ke perut gua sampe-sampe gua rajin membaca artikel kesehatan, terutama yang berhubungan dengan kalori pada setiap makanan. Jujur, hal ini berat banget! Apalagi gua anak kost yang makanannya didominasi makanan warung. Susah nyari makanan rendah lemak. Apalagi kalo malem. Lo tau sendiri malem hari yang jual makanan didominasi warung tenda pecel lele atau ayam goreng yang menggorengnya aja menggunakan minyak yang warnanya udah item butek gak karuan. Terkadang, demi diet gua terpaksa membeli makanan mentah di supermarket untuk kemudian memasaknya di dapur kost. Lumayan lah, itung-itung skill koki gua bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan kemudian, hasilnya sudah mulai kelihatan. Bobot gua berkurang 7kg! Gak sia-sia pengorbanan gua. Bahkan hingga beberapa bulan kemudian berat gua terus turun sampai titik terendahnya yaitu 56kg! Perut yang tadinya bulat pun berubah jadi kotak-kotak. Yang tadinya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;starter pack&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;six pack&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana cuy? Pokoknya buat lo yang udah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;overweight&lt;/span&gt;, silakan deh dicoba. Yang terpenting adalah niat dan konsistensi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Where there’s a will, there’s a way&lt;/span&gt;. Sebagai motivasi, lo mesti mengatur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt; bahwa hal ini baik untuk kesehatan dan untuk jangka panjang. Soalnya pengalaman gua selama berolahraga, terutama lari pagi dan berenang, gua banyak menjumpai orang-orang lanjut usia. Kenapa mereka baru memulai ketika hari tuanya, sebagai terapi dari penyakit yang mereka derita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SY7C2mscG2I/AAAAAAAAAB4/ICHlGuz6a_Y/s1600-h/07.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SY7C2mscG2I/AAAAAAAAAB4/ICHlGuz6a_Y/s320/07.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300388054817315682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tambahan tips-tips buat lo yang ingin menjalani program diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diet itu mengatur pola makan, bukan menahan diri untuk tidak makan.&lt;br /&gt;Terkadang orang-orang sering salah kaprah. Mereka menganggap untuk menurunkan bobot tubuhnya, mereka harus menahan keinginan untuk makan. Kalo kita lakukan ini, yang ada bukan tambah sehat malah jadi sakit. Justru kebalikannya, dalam diet yang baik kita harus lebih sering makan, namun tentunya dengan mengontrol porsi atau dengan kata lain dengan porsi lebih sedikit. Frekuensi makan yang sering akan mengakibatkan kestabilan gula darah yang mengakibatkan pengendalian nafsu makan jadi lebih baik dan mengurangi produksi insulin dalam tubuh. Sebagai pengetahuan, insulin adalah hormon dalam tubuh yang menginstruksikan tubuh untuk menyimpan cadangan energi dengan membentuk sel-sel lemak baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak dan kurangi konsumsi gula.&lt;br /&gt;Inilah hal terberat buat gua. Kebiasaan gua mengkonsumsi gorengan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;snack&lt;/span&gt;, coklat, es krim, tongseng, paru dan belut goreng mesti gua tinggalkan. Untungnya pete dan jengkol gak termasuk makanan tinggi lemak. Jadinya masih ada makanan favorit yang bisa masuk perut. Pokoknya gua mesti makan makanan dengan kadar lemak rendah. Untuk mensiasati kebosanan ini, gua mengatur bahwa pada hari sabtu dan minggu pantangan ini boleh dilanggar, namun tetap tidak berlebihan. Selain itu, konsumsi gula juga perlu diatur. Secara tidak sadar, konsumsi gula yang berlebihan berpengaruh juga terhadap kenaikan berat badan kita. Untuk mengakalinya, gua menggunakan gula jagung dan madu sebagai pengganti gula pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penuhi kebutuhan protein dan imbangi dengan minum banyak air putih.&lt;br /&gt;Protein adalah katalis terbentuknya hormon-hormon penting dalam tubuh seperti hormon pertumbuhan dan testosteron. Kedua jenis hormon ini meregulasi tingkat laju pertumbuhan otot, pembakaran lemak serta laju penuaan seseorang. Ketika mengkonsumsi protein, kerja ginjal lebih berat jika dibandingkan saat mengkonsumsi karbohidrat. Oleh karena itu, imbangi dengan minum air putih minimal 3 liter per hari. Kalo gak ada air, pertamax juga boleh. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Monggo wae&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan lupa untuk sarapan pagi dan hindari ngemil di malam hari.&lt;br /&gt;Sarapan pagi adalah konsumsi yang terpenting. Sarapan membantu proses   metabolisme dan bermanfaat menyediakan energi untuk memulai aktifitas sehari-hari. Sebaliknya, kebiasaan ngemil di malam hari akan membantu proses penimbunan lemak dalam tubuh. Memang, pada saat tidur kita juga membutuhkan kalori. Namun tidaklah sebanyak konsumsi ketika kita bergerak. Oleh karena itu usahakan untuk makan lebih banyak saat sarapan pagi dibandingkan pada saat makan malam. Dan jangan buru-buru tidur sehabis makan. Tunggulah sejenak barang 1 atau 2 hari... eh, maksudnya 1 atau 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perbanyak makan serat.&lt;br /&gt;Jangan salah ya, serat yang dimaksud didapat dari sayuran dan buah-buahan. Jadi, bukan dari keset, karpet, kain apalagi tali rafia. Serat bukan hanya bagus untuk menurunkan berat badan dan bikin perut terus kenyang. Serat juga mencegah konstipasi yang menyebabkan perut jadi buncit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. No smoke, no alcohol!&lt;br /&gt;Seringkali orang menyangka bahwa merokok akan menjadikan mereka kurus. Anggapan ini tidaklah benar. Sesungguhnya para perokok memiliki lemak perut lebih banyak dibandingkan dengan bukan perokok. Jika ada contoh perokok yang kurus, bisa terjadi karena dua hal. Yang pertama lebih disebabkan karena mereka terlalu asyik menghisap sehingga lupa mengunyah, dengan kali lain mereka jadi lupa makan dan yang kedua adalah karena mereka dasarnya sudah ceking alias kerempeng. Faktanya, rokok dan juga alkohol cenderung meningkatkan kadar hormon kortisol, sehingga mengirim lemak ke perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berolahraga secara teratur.&lt;br /&gt;Berolahragalah sesuai kemampuan. Gak usah dipaksakan. Yang terpenting adalah adanya konsistensi. Berolahraga secara berlebihan justru malah akan membuat tubuh kita menjadi sakit. Buat lo yang sibuk, olahraga itu gak mesti lari pagi, senam ataupun berenang. Setiap kegiatan yang membakar kalori (aerobik) juga olahraga. Misalnya: daripada naik motor, kita mengutamakan berjalan kaki jika mau ke warung atau kita lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;prefer&lt;/span&gt; naik tangga dibandingkan menggunakan lift atau juga buat kita yang bekerja di gedung bertingkat, boleh juga kita melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;yamakashi&lt;/span&gt; dengan memanjat tembok gedung tersebut dari samping untuk sampai ke ruangan kantor kita. Selain itu, gua pribadi rutin melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sit-up/crunch&lt;/span&gt; setiap harinya minimal 4 set, dimana setiap set-nya 12 kali repetisi. Biasanya gua melakukan ini setiap bangun tidur. Hal ini berfungsi untuk menonjolkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;six pack&lt;/span&gt;. Pada dasarnya setiap orang memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;six pack&lt;/span&gt;, namun kotak-kotak perut ini penampilannya terhalang oleh lapisan lemak dan air yang berada diantara otot dan kulit. Namun, bukan berarti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sit-up&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;crunch&lt;/span&gt; akan membuang lapisan lemak tersebut. Untuk membuang lapisan tersebut, kita tetap harus melakukan kegiatan yang membakar kalori (aerobik).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-2747722254820902107?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/2747722254820902107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=2747722254820902107' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/2747722254820902107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/2747722254820902107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2009/02/from-starterpack-to-sixpack.html' title='From Starterpack to Sixpack'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SY7HKGk0VYI/AAAAAAAAACI/cjHe-7xs1Lk/s72-c/yunan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-2765378614062097870</id><published>2009-01-21T06:56:00.029+07:00</published><updated>2010-01-09T17:38:42.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Parental Advisory - Explicit Content part.2 ******* (dalam lakon "Misteri Tai Setan") *******</title><content type='html'>Gua orang yang ’hampir’ selalu menepati janji. Kalo nggak ada hambatan-hambatan, insyaAllah gua akan memenuhi apa yang udah gua janjikan. Bagi gua, tidak menepati janji itu ibarat ”menjilat ludah sendiri kemudian meludahkannya ke orang lain sehingga membuat orang tersebut lari ke dalam rumah untuk mencari golok”. Janji itu berkaitan erat dengan kepercayaan. Semakin banyak kita melanggar janji, semakin kita tidak dipercaya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini, gua akan menulis apa yang gua udah janjikan pada hari-hari sebelumnya yaitu sekuel ”Parental Advisory – Explicit Content”. Seperti biasanya, buat lo yg ga suka hal yg jorok-jorok mending ga usah baca karena cerita ini memang sedikit vulgar. Dari judulnya aja udah ketahuan. Tapi, gua rasa cerita ini masih didalam batas-batas kewajaran dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2005, termasuk dalam bulan yang akan terus dikenang oleh setiap anak Elektro Undip angkatan 2002. Pada bulan itu, kami mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Istilahnya doang kuliah. Padahal mah kaga ada niatan untuk belajar dalam kegiatan tersebut. Gua yakin kata ’tamasya’ lebih cocok untuk menggantikan kata KKL dan ini berlaku untuk mayoritas anak Elektro 2002, bukan gua doang! Coba deh, berapa kemeja yang dibawa masing-masing anak dalam kopernya? Paling 1 doang. Kecuali mungkin si Aryo. Sementara koper gua dipenuhi celana pendek dan kaos tangan buntung, anak (atau bapak) yang satu ini mah jangan lagi kemeja, mungkin dasi juga bawa selusin. Maklum deh, wakil rakyat. Hehe... Oke, lanjut lagi. Siapa aja yang bawa buku di dalam kopernya? Cuma ada tiga orang: Anggoro, Yunan dan Desyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Si Anggoro&lt;br /&gt;Kalo si Anggoro, semua anak Elektro juga paham. Ini anak emang super (ke)rajin(an). Gua rasa gak cuma buku,... Laporan praktikum aja dibawa plus stempel-stempelnya!&lt;br /&gt;2. Si Yunan&lt;br /&gt;Gak beda-beda jauh sama si Anggoro, si Yunan juga bawa buku. Tapi stensil! Print-print-an dari 17th.com &amp; e-book kamasutra. Hehe...&lt;br /&gt;3. Si Desyanto&lt;br /&gt;Sebagai ulama, Desyanto pasti gak pernah ketinggalan sebuah buku. Lebih tepatnya kitab suci Al Qur’an. Gua aja, selama di hotel, kadang-kadang minjem sama dia. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oh, my God. Please, forgive me...&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, KKL memang sangat berkesan. Banyak cerita terjadi disini. Mulai dari maen ceng-cengan di bis, karaokean dengan suara (dibawah) pas-pasan, ngintipin turis Jepang lagi ML, maen bola di pantai, diusir satpam, ngejarah makanan dirumah dosen (Pak Trias), ada yang hampir tenggelam di laut, ada yang bermain api asmara dengan tur guide, ada yang hendak ’dibayar’ untuk ’gituan’ di pantai (disangka gigolo),..... pokoknya banyak deh hal-hal seru lainnya. Salah satunya akan gua tuangkan dalam cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu sinar mentari menyapa dari ufuk timur. Burung-burung berkicau, bernyanyi dengan riangnya, menemplok kesana-kemari. Pagi itu adalah pagi yang cerah, senyum di bibir merah, menikmati hangatnya sinar mentari lembut menyapa. Pokoknya jadi inget lagu alm.Chrisye deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kicau burung bernyanyi&lt;br /&gt;Tanda buana membuka hari&lt;br /&gt;Dan embun pun memudar&lt;br /&gt;Menyongsong fajar&lt;br /&gt;Sejenak kuterlena&lt;br /&gt;Akan kehidupan yang fana&lt;br /&gt;Nikmat alam semesta&lt;br /&gt;Nusa indah nirmala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Indahnya pagi itu sulit terlukiskan dengan kata-kata. Yang jelas, indahnya bisa menghapuskan mimpi-mimpi buruk gua gara-gara gua sekamar sama si Nico. Emang, waktu di bis sempet ada sedikit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;clash&lt;/span&gt; antara gua dan si Nico Sontoloyo itu. Keributan kecil gara-gara maen ceng-cengan. Biasalah para lanang... Tapi hal itu gak berlangsung lama kok. Kebetulan ada kejadian di pagi itu yang mengakibatkan damainya dua anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nico : ”Ho, lu gak mandi?” (membuka percakapan)&lt;br /&gt;Maho : “Lo kalo mau duluan aja gih!” (jaga gengsi)&lt;br /&gt;Nico : ”Gua mah gampang abis lo!”&lt;br /&gt;Maho : “Lu aja deh, bau lo tuh gak nahan…”&lt;br /&gt;Nico : ”Apa lo bilang! Kutu rambut lo tuh udah mesti dikeramasin!”&lt;br /&gt;Maho : ”Enak aja! Jempol kaki lo tuh baunya udah kayak jempol mummi Fir’aun!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, gak tahu dateng dari mana, nongol seseorang. Inisialnya ’J’. ”Bro, gua pinjem WC-nya yah... WC di kamar gua ada yang nempatin.” Belom sempet gua menjawab, si J langsung masuk dan menutup pintu toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak berapa lama, si J keluar dari toilet dengan wajah mesam-mesem, terlihat seperti seorang jejeka yang habis nembak cewek trus diterima tapi malu-malu mengungkapkannya ke khalayak ramai. ”Kayaknya ada yang disembunyiin nih....” batin gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J : ”Makasih teman-temanku.”&lt;br /&gt;Nico : ”Gapapa bro, sebagai teman kita memang harus saling bantu-membantu.”&lt;br /&gt;Maho : ”Ntar jangan lupa bayar loh. Kencing seribu, berak dua ribu!”&lt;br /&gt;J : “Hehe…” (langsung balik ke kamarnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin menghindari debat yang berkelanjutan, si Nico pun bergegas masuk ke toilet. Gua juga langsung mengambil remote dan menyalakan televisi. ”Gak ada gunanya juga debat sama si Nico Sontoloyo itu.” Tapi, tiba-tiba dari arah kamar mandi terdengar suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nico : ”Mahooooo.... Idiiiih... Kesindang dong bo!!! Jijay deh akika!”&lt;br /&gt;Maho : ”Kenapa sih Nic. Tereak-tereak kayak gitu! Ganggu gua lagi nonton aja!”&lt;br /&gt;Nico : ”Napose-napose!!! Ye lambreta deh. Ini neh si J. Gilingan deh Diana! Beranak dalam kubur tinta disiram!”&lt;br /&gt;Maho : ”Oooo... Pantes aja dia senyam-senyum mencurigakan gitu.”&lt;br /&gt;Nico : ”Akika kirain diana cuma mawar kencana anjas.”&lt;br /&gt;Maho : ”.........” (langsung kabur keluar toilet)&lt;br /&gt;Nico : ”Maho! Ye mawar kemindang?”&lt;br /&gt;Maho : “Mawar jali-jali. Hehe.. Tinta deng! Maksud akika, kanua tunggu disindang biar akika cacamarica si J.”&lt;br /&gt;Nico : ”Tinta, biar akika anjas yang nyacamarica kesandro. Lambada disindang, kepelong akika bisa sekong neh...”&lt;br /&gt;Maho : ”Hhhhfff... Cucok deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si Nico keluar mencari si J dengan maksud meminta pertanggung jawaban. Terpaksa deh gua yang nyium aroma terapi ini. Oya, percakapan tadi ngerti kan? Buat lo yang gak ngerti gua kasih salinannya dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nico : ”Mahooooo.... Idiiiih... Kesini dong cuy!!! Jijik deh gua!”&lt;br /&gt;Maho : ”Kenapa sih Nic. Tereak-tereak kayak gitu! Ganggu gua lagi nonton aja!”&lt;br /&gt;Nico : ”Kenapa-kenapa!!! Lo lama deh. Ini nih si J. Gila dia! Berak kaga disiram!”&lt;br /&gt;Maho : ”Oooo... Pantes aja dia senyam-senyum mencurigakan gitu.”&lt;br /&gt;Nico : ”Gua kirain dia cuma mau kencing aja.”&lt;br /&gt;Maho : ”.........” (langsung kabur keluar toilet)&lt;br /&gt;Nico : ”Maho! Lo mau kemana?”&lt;br /&gt;Maho : “ Mau jalan-jalan. Hehe.. Gak deng! Maksud gua, lo tunggu disini biar gua cari si J.”&lt;br /&gt;Nico : ”Ngga, biar gua aja yang nyari kesana. Lama disini, kepala gua bisa sakit nih...”&lt;br /&gt;Maho : ”Hhhhfff... Cocok deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada lama nungguin si Nico, gua ngambil inisiatif. ”Harus ada yang berkorban atau ada dikorbankan. Merdeka ataoe mati!!!” Begitulah semangat gua yang membara-bara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gimana ini ya???” Gua terus berpikir. Yang jadi masalah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flusher&lt;/span&gt; WC-nya gak mampu mendorong bakpau ayam bumbu kacang itu. Berhubung di hotel kaga ada gayung apalagi ember, terpaksa deh gua bantu dorong menggunakan gelas. Cyuuuur......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maho : ”Errrrggghhh! Susah banget sih nyirem lu!!!”&lt;br /&gt;Tokai : ”Wweeeekk... Gak kena... Gak kena... ”&lt;br /&gt;Maho : ”Sialan lo ngeledek gua! Lo kira gua takut??? Rasakan nih jurus gelas pengaduk kotoran!!!”&lt;br /&gt;Yunan : ”Ada apaan sih Ho ribut-ribut??? Ada yang bisa gua bantu?”&lt;br /&gt;Maho : ”Lah kok lo ada disini? Di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;scene&lt;/span&gt; ini seharusnya lo kan gak ada! Yg maen cuma gua, Nico sama si J. Tar deh di cerita-cerita selanjutnya lo jadi pemeran utamanya.”&lt;br /&gt;Yunan : ”Oke deh kalo gitu. Daaaaghhhh....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fyuuuhh...” Ternyata jurus pamungkas gua tetep aja gak mempan. Emang deh kayaknya si ’rudal’ cuma bisa nurut sama orang yang nembakin. Untungnya, gak lama setelah peperangan tersebut, si Nico dateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maho : ”Gimana Nic, perihal kesiapan arek-arek Suroboyo?”&lt;br /&gt;Nico : ”Mereka sudah siap Bung Tomo!”&lt;br /&gt;Maho : “Kalau begitu marilah kita segera mengusir Belanda dari tanah air!!!”&lt;br /&gt;Nico : ”Merdeka!!! Maksud lo apa sih Ho???” (Nico tersadar setelah sebelumnya ikut terbawa suasana)&lt;br /&gt;Maho : ”Si Juned,... Eh, maksud gua si J kemana?”&lt;br /&gt;Nico : ”Bentar lagi juga dateng.”&lt;br /&gt;Maho : ”Hmmm...... Kayaknya momennya pas deh. Gua ada ide!”&lt;br /&gt;Nico : ”Maksud loh???”&lt;br /&gt;Maho : ”Pssssst... Psssttt... ...... ....” (berbisik kepada Nico)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit, si J pun datang. Dan masalah tersebut akhirnya terselesaikan. Gua gak tau gimana cara dia mengatasinya. Mungkin didorong pakai kaki kali.... Abis gua gak ngeliat sih. Coz gua orangnya gak tegaan. Suka terharu kalo ngeliat yang namanya perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, sejam kemudian kami sudah berada di bis. Disitulah gua dan Nico beraksi.  Menyebarkan foto tokai si J yang diberi judul ’Misteri Tai Setan’. Hehe... Brilian gak ide gua? Sebelum si J dateng, tokai itu telah terlebih dahulu kami foto. Buat kenang-kenangan. Abis, jarang-jarang liat ’gituan’ segede itu. Mungkin akumulasi 3 hari kali yak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks buat J atas permasalahan yang dibuatnya pagi itu. Diambil sisi positifnya aja. Gara-gara ’tai setan’, kondisi di bis yang sebelumnya memanas, jadi membaik seperti sediakala. Bis kami kembali penuh dengan canda tawa. Burung-burung pun kembali berkicau, bernyanyi dengan riangnya, menemplok kesana-kemari. Sungguh suatu pagi yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm,...... KKL emang penuh kenangan ya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-2765378614062097870?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/2765378614062097870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=2765378614062097870' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/2765378614062097870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/2765378614062097870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2009/01/parental-advisory-explicit-content.html' title='Parental Advisory - Explicit Content part.2 &lt;p&gt;******* (dalam lakon &quot;Misteri Tai Setan&quot;) *******&lt;/p&gt;'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-55833633349166128</id><published>2009-01-07T16:09:00.000+07:00</published><updated>2009-01-08T09:42:24.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Malam Mencekam di Kereta Senja</title><content type='html'>Ada dua makhluk yang paling gua benci di dunia ini. Kalo ngeliat dua makhluk ini, bulu kuduk gua bisa merinding sampai hampir beterbangan. Pokoknya gua jijik banget deh sama keduanya. Makhluk-makhluk ini tergabung dalam duet 2B, yang pertama adalah biang (anjing) dan yang kedua adalah banci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal anjing, gua emang udah sebel ama ini makhluk sedari dulu kala, bahkan sebelum gua tau kalo anjing termasuk dalam najis mughalladzah (najis besar). Lo bayangin aja, ketika baru memasuki usia 4 tahun, pantat gua udah merasakan kejamnya moncong anjing. Untung aja ketika itu tante gua sigap dan cekatan sehingga anjing itu gak berlama-lama main di sekitar selangkangan gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu sampai sekarang gak terhitung berapa kali gua bermasalah sama makhluk yang punya nama latin Asusia Kirikensis. Hampir setiap sore sepulang dari pengajian, gua selalu balap lari sama anjing. Pernah juga siang hari sepulang dari sekolah, gua dikepung sama sekawanan anjing. Bahkan di rumah sodara, gua pernah dikejar sama anjing piaraannya. Untung aja itu anjing gak berani masuk kamar tidur majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua : ”Dasar anjing lo!!!”&lt;br /&gt;Anjing : ”Guk... Guk... Guk... (Emang gua anjing,.. Lah lo jadi manusia pengecut amat ngumpet di tempat majikan gua!)”&lt;br /&gt;Gua : ”Heh, gua bukannya takut... Gua jijay sama mulut lo, banyak bakterinya!!!”&lt;br /&gt;Anjing : ”Groook... Groook...(Alesan aja. Pokoknya lo bakalan gua tunggu ampe keluar kamar)”&lt;br /&gt;Gua : ”Silakan aja. Paling bentar lagi majikan lo dateng kemari. Lagipula lo anjing apa babi? Suaranya kok kayak gitu?&lt;br /&gt;Anjing : ”Groook... Ehm... Ehm.. Guk... Guk... (Sori cuy, tenggorokan gua emang lagi rada kagak enak.)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena anjing itu setia jagain di depan, yah terpaksa deh gua mendekam agak lama di kamar sodara gua, nunggu situasi aman terkendali dan sejak saat itu gua gak pernah lagi berkunjung ke tempat dia. Alasannya? Malaikat juga tahu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup deh ngomongin soal anjing. Nanti malah cerita utamanya gak tersampaikan. Tapi, walaupun ini cuma intermezzo, cerita tadi masih berhubungan dengan cerita utamanya. Bisa dibilang kisah utamanya mempunyai hubungan persahabatan dengan kisah gua dan si anjing tadi. ”Kenapa? ........ Pokoknya lu simak aja deh nanti juga paham.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- @@@ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, hari memasuki bulan Oktober 2005. Kalo di Eropa mungkin waktu itu sudah masuk musim dingin. Tapi karena ini di Indonesia (khususnya di Semarang), tetep aja always summer. Hehe... Walaupun sama seperti Eropa yang mempunyai 4 musim, pembagian musim di Indonesia tidak merata. Indonesia memang selalu didominasi musim panas, mungkin sekitar tujuh bulan. Sisanya berturut-turut ditempati musim hujan, musim durian dan musim layangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua : ”Mbak, tiket Senja untuk malam ini masih ada?”&lt;br /&gt;Penjaga loket : ”Masih ada kok mas, untuk berapa orang?”&lt;br /&gt;Gua : ”Satu aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, akhirnya bisa pulang kampung! Setelah sekian lama merantau di negeri orang, akhirnya gua bisa meluangkan sedikit waktu gua untuk menjenguk Emak dan Bapak di rumah. ”Hhhhhhhh........... (menarik nafas panjang)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waduh, bangku nomer 2D! Berarti deket WC nih... Gapapa deh.” Gua langsung mencari tempat duduk. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum keberangkatan kereta.&lt;br /&gt;”Permisi kek, saya duduk dekat jendela ya?” tanya gua kepada seorang kakek tua.&lt;br /&gt;”Oya cu, silakan...” jawab kakek itu. Gua langsung duduk dan membuka koran Bola yang baru gua beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriieek.... ”Suara apaan tuh?” Gua melirik kearah jendela. ”Ooo, besi di jendelanya udah agak karatan.” Hehe... Pikiran gua emang rada macem-macem.  Maklum, maniak dunia mistik dan alam gaib. Apalagi ditambah pada tahun itu hal-hal yang begituan memang lagi booming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mistikers, gua memang biasa disuguhi atau menyaksikan fenomena-fenomena alam gaib. Dari mulai mendengar suara orang mandi di kamar mandi yang kosong, mencium seperti bau jenazah padahal gak ada apa-apa, ngeliat kain sutra terbang bolak-balik diatas kepala gua sampe-sampe ngeliat anjing berubah jadi ular. Terlebih lagi gua memang jelmaan manusia kalong. Hehe... Jangan kaget dulu, maksud gua yaitu biasa menjadikan malam sebagai siang dan sebaliknya. Pokoknya tidur always pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek juga mata gua baca koran. Apalagi lampu kereta agak redup gitu. Yang satu nyala, yang lain mati. Gak beraturan deh. Akhirnya gua menutup koran Bola tersebut. ”Loh kakek-kakek sebelah gua mana?” Mata gua melirik ke sebelah kiri. Kakek tersebut telah berganti wujud menjadi seorang pria usia kira-kira 35-an, tinggi besar, agak gemuk, berkulit kehitaman dan berjerawat sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua memberanikan diri untuk bertanya. ”Bapak melihat kakek-kakek yang tadi duduk di sebelah saya?” Dia kemudian menoleh kearah saya. Menebarkan senyumannya lalu menjawab dengan suara yang aneh ”Baru aja pindah tempat duduk. Oya jangan panggil aku Bapak, panggil saja aku xxxxx.” (Nama bukan disamarkan, tetapi emang gua yg lupa. Hehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua : ”Fyuh,... Syukurlah... Saya Aditya.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Loh ada apa? Kok keliatan kaget?”&lt;br /&gt;Gua : ”Nggak,.. Nggak ada apa-apa.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Ceritanya begini, sebenarnya aku memang duduk disini. Tapi tadi tukeran bangku sama kakek itu. Aku lebih suka duduk di belakang. Eh, ternyata bangkunya jelek. Ya udah kutuker lagi.”&lt;br /&gt;Gua : ”Oooo, begitu.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Aditya, mau ke Jakarta?”&lt;br /&gt;Gua : ”Ya, orangtua tinggal disana.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Oh jadi Aditya tinggal disini? Kerja atau kuliah?”&lt;br /&gt;Gua : ”Saya kuliah di Teknik Elektro Undip.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Kamu pasti heran melihat aku?” (Tiba-tiba mengalihkan pembicaraan)&lt;br /&gt;Gua : ”Heran kenapa?”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Ah pura-pura nggak tau. Memang, aku kalau diluar apalagi di tempat umum kayak gini selalu berpenampilan layaknya lelaki. Tetapi kalau keseharian aku agak feminim. Malah aku terbiasa memakai pakaian terusan atau gaun.”&lt;br /&gt;Gua : ”Eh, gapapa kok. Saya maklum.” (Sebenarnya gak terlalu kaget. Pantesan aja firasat gua kok ada yang aneh begitu dengerin suaranya.)&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Ayah aku seorang tentara. Ia mengusir aku dari rumah begitu tahu kondisiku.”&lt;br /&gt;Gua : ”.........” (Speechless. Bukan karena iba, tapi karena mau muntah)&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Oya aku ada permen nih.” (Ia kemudian mengambil sebungkus permen Hex** dari dalam tasnya, merobeknya dan memberikan sebuah kepada gua.)&lt;br /&gt;Gua : ”Eh, gak usah Pak... eh, Xxxx.... Saya udah ada....” (Gua mulai teringat nasehat ibu gua untuk menolak pemberian dari orang asing.)&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Tuh kan kamu gitu deh. Nanti aku marah loh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi ngambeknya kaga nahanin cuy. Gimana ya jelasinnya? Sumpah, eneg banget ngeliatnya. Mana tampangnya serem lagi. Coba aja yg begini Oscar Lawalata... Eh, maksud gua Dian Sastro, pasti perut gua gak bakal mual kayak gini. Dengan terpaksa gua mengambil permen itu dan memasukkan kedalam mulut. Walopun begitu, cairannya gak bakal gua telen. Setelah itu, gua izin ke toilet lalu memuntahkan permen tersebut (beserta nasi gudeg rempela yang sebelumnya gua makan) dan kembali dengan mulut berpura-pura masih mengemut-emut permen. Begini-gini, gua masih punya darah Jawa yang menjunjung tinggi keramahtamahan dan prinsip menghormati dan menghargai perasaan orang lain. So, kalo gak terdesak gua gak bakal menyakiti perasaan orang lain didepan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Ngomong-ngomong tampang kamu oke juga. Kebetulan aku kerja di sebuah PH (production house-red). Mau gak aku orbitin jadi model?” (Mulai membuka percakapan baru.)&lt;br /&gt;Gua : ”Wah maaf Xxxx. Saya tidak tertarik di bidang itu. Saya lebih tertarik ke olahraga.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Masak iya atlet betisnya kecil???” (Tiba-tiba ia melihat kearah betis dan bagai kilat tangannya dengan cepat merambat hingga ke betis gua dan mulai mengelus-elusnya.)&lt;br /&gt;Gua : ”Waduh, lo kata gua tukang becak betisnya gede!”  (Gua menepis tangannya dari betis gua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia melanjutkan pembicaraan makin kearah hal-hal yang tabu. Mulai dari kebiasaan dia dugem, tempat mangkalnya, pacar simpanannya (yg cowok juga), kelihaiannya bermain ’blowjob’ yg bisa membuat seorang laki-laki melupakan ceweknya (kena gigi, uang kembali), bandar VCD bokep, sampai-sampai salon ’plus-plus’ miliknya. Pokoknya omongannya makin membuat gua muak deh. Jijik, gak bakal gua ceritain disini. Hueeekkkk!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Oya, perut kamu buncit tuh. Aku punya produk pengecil perut di salon aku.” (sambil menunjuk kearah perut gua yang pada saat itu memang belum sixpack kayak sekarang ini)&lt;br /&gt;Gua : ”Ah, gak terlalu kok. Paling kalo saya aerobik lemaknya hilang lagi.”&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Masak sih coba deh aku liat.” (Banci itu berniat membuka kaos gua)&lt;br /&gt;Gua : ”Kagak... Kagak bisa.” (Agak sedikit menegaskan)&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Kok pake malu sih. Kita kan sama-sama cowok...”&lt;br /&gt;Gua : ”Sorry nih. Saya anak Rohis. Yang begituan tabu buat saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua lupa kalo rambut gua waktu itu ’mohawk’. Ya mana percayalah dia gua boongin... Pada saat itu gua berharap di tas gua ada peci yang bisa gua pakai (biar terkesan anak baik-baik) atau pisau yang tajem (biar gua bunuh aja sekalian). Sayangnya dua benda itu nggak ada. “Bakal gak tidur nih malem ini.” Batin gua. “Wah kaga bisa begitu, gua mesti kabur dari sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua : ”Wah, kaki saya pegel nih. Mau jalan-jalan ah... ”  (Gua mulai mencari-cari alasan)&lt;br /&gt;Xxxxx : ”Oh kalo pegel, mending di selonjorin di paha aku aja. Gapapa kok, kita kan temen”&lt;br /&gt;Gua : ”............” (*Glek! Mati gua....*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga bulu kuduk gua merinding. Idealisme Jawa gua mulai luntur. ”Bodo amat deh. Persetan sama ramah tamah. Orang ini udah gak bisa dibiarin. Liatin aja kalo dia ampe megang-megang tubuh gua, gua abisin ini orang! Tapi sebelum mukulin ini orang, lebih baik gua cari ide yang paling aman. Daripada malu...” Gua liat ke belakang. ”Waduh, penuh banget. Gak bisa pindah bangku nih...”&lt;br /&gt;Ternyata keberuntungan gua memang belum habis. Gak beberapa lama banci itu tidur. Kesempatan emas buat gua. Jangan disia-siakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua mengendap-endap pelan-pelan kemudian mengambil tas dan langsung cabut menuju restorasi. Gua gak bisa bayangin kalo banci itu ampe bangun trus ngeliat gua pasti dia bakal tereak ”Mas Adit, mau kemana? Tunggu aku mas! Aku mau ikut... Jangan tinggalin aku sendirian. Aku atut... atut... Tapi tunggu bentar ya mas, aku mau pake beha dulu.” Hiiiiiy.... Geli gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restorasi ternyata agak jauh dari gerbong gua. Bagus tuh, berarti dia gak bisa mengendus keberadaan gua. Begitu sampe, gua langsung duduk dan memesan kopi susu panas (biar bisa agak lamaan). Dan akhirnya... Sampailah di Stasiun Jatinegara. Gak sadar gua udah ngabisin 2 gelas kopi susu, 1 piring mie goreng, 1 piring nasi rames. Biarin deh disangka penumpang gelap sama orang-orang. Sing penting selamet! Kesucian gua tetap terjaga. Hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah kejadian itu, di tempat yang sama, Stasiun Tawang, gua ngeliat orang itu lagi. Gua ngumpet trus ngawasin orang itu masuk kereta. Untung gak satu gerbong sama gua. Tapi tetep aja kejadian itu menyisakan trauma buat gua. Gua masuk kereta, liat kondisi aman, baru duduk. Kebetulan juga, sebelah gua ibu-ibu. ”Fyuh,... Jangan sampe deh ada yang minta tukeran bangku.”&lt;br /&gt;Maka dari itu, buat cowok-cowok yang mau naik kereta dari Semarang ke Jakarta kudu ati-ati. Jangan sampe lo yang jadi korban. Hehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-55833633349166128?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/55833633349166128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=55833633349166128' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/55833633349166128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/55833633349166128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2009/01/ada-dua-makhluk-yang-paling-gua-benci.html' title='Malam Mencekam di Kereta Senja'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-4939063305312473526</id><published>2008-12-11T09:48:00.001+07:00</published><updated>2009-01-21T07:36:46.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Kepompong</title><content type='html'>Kalo dengerin lagu ini gua jadi inget si Aji. Ketika itu lagu ini belum booming kayak sekarang.&lt;br /&gt;Ceritanya begini, jadi pada waktu itu gua ama Yunan berkunjung ke kos Aji. Tanggalnya gua lupa, tapi yg gua inget pada waktu itu adalah malam sebelum resepsi nikahnya Rohim-Dinar. Selain Aji disitu juga ada Blor.&lt;br /&gt;Aji: "Ho, gua dapet lagu bagus nih! Judulnya kepompong."&lt;br /&gt;Maho: "Lagu apaan sih?"&lt;br /&gt;Aji:"Lo dengerin aja deh."&lt;br /&gt;Si Ajie langsung menuju komputernya trus nyetel Winamp kenceng2. "Dulu kita sahabat teman begitu hangat mengalahkan sinar mentari...."&lt;br /&gt;Maho: "Kayak lagu anak-anak. Emang selera lu ji..."&lt;br /&gt;Yunan: "Iye tau, mending kite nyetel bokep aja" (sambil ngeliat kearah harddisk eksternal)&lt;br /&gt;Blor: "..........................." (diem tapi kayaknya kepalanya ngangguk-ngangguk)&lt;br /&gt;Maho: "Ini lagu buatan Papa T.Bob yak?"&lt;br /&gt;Aji: "Bukan, ini lagunya Sindentosca."&lt;br /&gt;Yunan: "Sinden mah lagunya lagu sunda..." (matanya sambil terus mencari file-file bokep)&lt;br /&gt;Aji: "Masak lo pada gak suka sih? Ya udah deh, mending kita puter aja lagu-lagu jadul"&lt;br /&gt;Ternyata pemutaran lagu-lagu jadul itu berhasil. Suasana jadi lebih hidup. Yunan agak melupakan pencariannya. Sampai pada akhirnya kita semua menghabiskan malam itu dengan maen tebak-tebakan judul lagu dan penyanyinya.&lt;br /&gt;Paginya kita bersiap-siap berangkat ke pernikahan Rohim-Dinar. Sebelum berangkat Yunan memutar beberapa file yang kemaren terlewatkan. "Nan... Nan... Wong si Rohim yang mo kawin kok malah lo yg belajar!"&lt;br /&gt;Sore harinya tibalah giliran gua yg membakar. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keliatannya semua ini simpel, tapi lo perlu ketahui guys (or gays)... Hal kayak gini gak bakal gua lupa dan insyaAllah akan selalu tersimpan di memori gua yang 512MB. Hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di balik kesuksesan lagu kepompong tersimpan cerita pilu (atau bisa&lt;br /&gt;dibilang apes) buat yang menciptakan lagu tersebut yaitu Jalu Hikmat&lt;br /&gt;Fitriyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang Jalu ini gua baca di tabloid Nova edisi 1085. (Kalo&lt;br /&gt;dulu pelanggan BOLA, sekarang banting setir ke NOVA, mungkin besok&lt;br /&gt;bakal jadi pelanggan MOM 'n KIDDIE. Hehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini, akhir tahun lalu si Jalu ngirim master lagu itu ke&lt;br /&gt;Prambors, lewat acara NuBuzz yang kemudian berkembang menjadi&lt;br /&gt;perusahaan rekaman. Diluar dugaan, lagu tersebut booming dan sekarang&lt;br /&gt;menjadi theme song dan judul sinetron di SCTV. Tak hanya itu,&lt;br /&gt;kepompong juga laku keras di pasaran RBT (Ring Back Tone) dan udah&lt;br /&gt;diunduh sebanyak 1,2 juta. Ironisnya, Jalu sebagai pencipta gak&lt;br /&gt;menikmati hasil penjualan ciptaannya itu. Ini dikarenakan pihak NuBuzz&lt;br /&gt;sebelumnya telah mengantongi perjanjian dengan Jalu sebelum lagu&lt;br /&gt;tersebut menjadi ngetop. Jalu pun mengakui bahwa pernah menandatangani&lt;br /&gt;kontrak tersebut. Tapi apa isinya, dia tak baca. Maen tandatangan aja&lt;br /&gt;gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunan: "Wah berarti kite mesti hati-hati tandatanganin kontrak buat&lt;br /&gt;band kite, Ho!"&lt;br /&gt;Maho:"Lagian siapa juga yang mau ngontrak Band Tanjidor!!! Kalo ada&lt;br /&gt;yang nyunatin anaknya, baru dah kite dipanggil!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Jalu, I can feel what u feel. Tapi setidaknya lo udah dapetin apa&lt;br /&gt;yang dinamakan 'kepuasan batin', sesuatu yang gak akan pernah bisa&lt;br /&gt;ditukar dengan berapapun materi. Semoga lagu lo selanjutnya bisa&lt;br /&gt;booming juga.&lt;br /&gt;Buat Aji, kayaknya lo cocok jadi pengamat musik deh. Tau aja lagu yang&lt;br /&gt;bakal booming.. Four thumbs!!!! (tangan dan kaki)&lt;br /&gt;Buat temen-temen yang lain, bener tuh kata si Yunan. Kudu ati-ati&lt;br /&gt;dalam menandatangani kontrak. Jangan keburu nafsu! Sebelum&lt;br /&gt;menggoreskan pulpen, harus kita pahami dulu apa isi kontraknya.&lt;br /&gt;Oke deh, tetep semangat yak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dulu kita sahabat&lt;br /&gt;Teman begitu hangat&lt;br /&gt;Mengalahkan sinar mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kita sahabat&lt;br /&gt;Berteman bagai ulat&lt;br /&gt;Berharap jadi kupu-kupu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita melangkah berjauh-jauhan&lt;br /&gt;Kau jauhi diriku karena sesuatu&lt;br /&gt;Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan&lt;br /&gt;Namun itu karena ku sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Merubah ulat menjadi kupu-kupu&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Hal yang tak mudah berubah jadi indah&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Maklumi teman hadapi perbedaan&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Na…na…na….na….na…na….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang berlalu biarkanlah berlalu&lt;br /&gt;Seperti hangatnya mentari&lt;br /&gt;Siang berganti malam sembunyikan sinarnya&lt;br /&gt;Hingga dia bersinar lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kita melangkah berjauh-jauhan&lt;br /&gt;Kau jauhi diriku karena sesuatu&lt;br /&gt;Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan&lt;br /&gt;Namun itu karena ku sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Merubah ulat menjadi kupu-kupu&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Hal yang tak mudah berubah jadi indah&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Maklumi teman hadapi perbedaan&lt;br /&gt;Persahabatan bagai kepompong&lt;br /&gt;Keeeepompoooongggg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nananana,,,,,nananana,,,,,nananana,,,,,,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-4939063305312473526?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/4939063305312473526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=4939063305312473526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4939063305312473526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4939063305312473526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2008/12/kepompong.html' title='Kepompong'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-1790382778942780963</id><published>2008-12-11T09:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T09:45:41.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Parental Advisory- Explicit Content</title><content type='html'>Setelah kesuksesan cerita "Pengalaman di Rumah Sakit", kali ini gua mau ngirimin cerita lagi. Sebenernya ini udah pernah ada di blog gua (http://van-hoorn.blog.friendster.com/) pada 4 November 2006, tapi berhubung gua mau nge-release sekuel-nya (Parental Advisory- Explicit Content 2) gak ada salahnya kalo gua edarin lagi first edition versi retouch-nya. Sekedar buat mengingat-ingat. Biar lo pada tau jalan ceritanya. Hehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma gua peringatkan, buat lo yg ga suka hal yg jorok-jorok mending ga usah baca karena cerita ini memang sedikit vulgar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini berdasarkan kisah nyata dan bukan fiksi ataupun rekayasa. Karna kejadiannya berbarengan dengan bulan suci Ramadhan maka gua nahan diri untuk meng-expose-nya dan baru gua release di blog gua  sebulan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, sabtu, 30 September 2006, seperti biasanya pagi-pagi buta gua udah keluar buat ngambil nomer antrian urut di Sangkalputung Karangrejo. Untuk diketahui, Sangkalputung ini adalah tempat pengobatan patah tulang alternatif, dimana gak perlu pake operasi untuk penyambungannya. Keunggulannya adalah kesembuhan yang lebih cepat dibandingkan perawatan di Rumah Sakit. Ini dikarenakan unsur 'magic' sangat berperan disini. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu memang jadi hari rutin untuk 'check-up' tangan kiri gua yang patah pada tragedi 4 Agustus 2006. Jam 5 pagi (lebih dikit) gua udah tiba disana. Emang seperti biasa mas-mas pembagi nomer antrian blom ada di tempatnya. Namun, ini kok kayaknya agak molor dari biasanya. Gua pikir maklum bulan puasa. "Apa jangan-jangan abis sahur ketiduran ya???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu emang dingin banget jadi maklum aja kalo 'alam' tiba-tiba tak terduga. Sepertinya ada yg ngetuk-ngetuk dari dalam perut "Let me out of here!!!". Namun gua lebih berpihak untuk gak turutin hawa nafsu yg satu ini daripada kedapetan nomer antrian belakang. Maklum Sangkalputung emang banyak banget pelanggannya, bahkan ada juga yg jauh-jauh dateng dari luar kota. Gawat juga kalo kita ampe kedapetan nomer urut belakang misalkan: 37. Lo itung sendiri aja kapan gilirannya sementara waktu untuk mengurut seorang pasien 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita sekitar jam 5.45 mas penjaganya dateng. Gua ngambil nomer urut trus balik lagi ke kost. Urutnya memang baru dimulai pukul 8.00 dan kost gua juga gak jauh-jauh amat dari sini. (Ukuran jawa, dekat berarti gak sampe 10km)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe di Tirto Agung, "panggilan alam" mulai memperdengarkan sirinenya. Perut gua kayak digoncang. Mana ringtone-nya kenceng banget lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua udah ga tahan. Di depan gua liat ada mushola. Motor gua berhenti. Tapi mana MCK-nya??? "Waduh,.. gawat nih! Mana udah di ujung tanduk lagi..." Melanjutkan perjalanan udah ga mungkin. Gua cuma takut vibrasinya bakal lebih menyiksa. Terpaksa gua kelilingin tuh Mushola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, gua menemukan tempat wudhu. "Loh kok cuma ada toilet 'air kecil' tok??? Mana toilet buat yang lebih 'besar'???" gua melongok sekitar. Kayaknya sia-sia aja. "Apes nih" pikir gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah benda menarik perhatian gua. Sebuah kantong plastik item!!! Terlintas di benak gua untuk memungutnya. "Waduh ada isinya nih.." Ternyata bungkusan es teh. "Pasti bekas sahur penjaga musholla" batin gua. Gua keluarin bungkusan es teh itu trus ngambil plastik itemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buru-buru gua buka (maaf) celana. Ga pake nged** lagi langsung pyaaaar... Gua menumpahkan seluruh isi perut. Suaranya sorry ga bisa diceritain. Bisa ga nafsu makan lo. Mana 'cerecetan' lagi. Loh, tapi kok plastiknya tetap enteng. Gua liat bawah. "Waduh, ternyata melenceng dari gawang". Percuma aja gua pake plastik. "Gawat nih" pikir gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----Gua nyari ide...(ceritanya agak lama)-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aha!!!" Gua ngambil ember trus menyiram benda kuning keemasan tersebut. Gua menggiringnya menuju lubang pembuangan. Namun ternyata lubang tersebut terlalu kecil untuk ukuran pempek kapal selam. Jadilah dia nyangkut disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua merasa bersalah dan berdosa. Mana deket tempat wudhu lagi. Gimana kalo nanti pas dzuhur ada jamaah??? Gimana kalo tiba-tiba tempat wudhu menjadi banjir gara-gara sumbatan itu??? Apa ya kira-kira doa para jamaah setelah sholat??? "Hhhh... Ga bisa dibiarin". Gua ambil plastik item tadi dan mulai menganggap diri gua mahasiswa kedokteran yang sedang praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicak-cicak di dinding..&lt;br /&gt;Diam-diam merayap..&lt;br /&gt;Datang seekor nyamuk..&lt;br /&gt;Hap!!! Lalu ditangkap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes!!! Akhirnya.. Ga bisa diceritain gimana perasaan gua pada waktu itu. Mungkin hampir sama ketika para ghostbuster berhasil menangkap hantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pikiran gua setelah itu cuman dimana gua mesti buang nih plastik bau? Untungnya, daerah tirto agung-tembalang selatan masih banyak persawahan. Gua letakkan benda itu di pinggirannya. Semisal di tengah sawah, gimana ya nasib yg makan beras Rojolele hasil sawah itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua berdoa semoga petani ato pemulung ga ada yg nemuin bungkusan itu. Kalo ada, gua minta maaf (sekalian lebaran). Itu semua gua lakukan karena terpaksa. Sama sekali ga ada niat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat penjaga mushola (walopun gua ga tau orangnya) gua ucapin terimakasih sebesar-besarnya. Untung aja dia ninggalin bungkusan es teh disitu. Coba kalo kaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yg baca, Kalo ada yg muntah-muntah gua mohon maaf. Kan sebelumnya udah diperingatkan. Situ aja yg masih bandel. Tapi bagaimanapun cerita ini, yang penting adalah hikmah yang terkandung di dalamnya. Saya menyerahkan kepada para pembaca untuk menemukannya. Akhir kata, "Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang nyuci (jangan mandi, malu diliat tetangga)". Pokoknya terimakasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;See ya... Tungguin sekuel-nya "Parental Advisory-Explicit Content 2", okay!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with love,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Maho)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-1790382778942780963?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/1790382778942780963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=1790382778942780963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/1790382778942780963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/1790382778942780963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2008/12/parental-advisory-explicit-content.html' title='Parental Advisory- Explicit Content'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3698981344363138063.post-4523007896948600385</id><published>2008-11-20T06:48:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T07:32:31.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita maho'/><title type='text'>Pengalaman di Rumah Sakit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu pagi di bulan November 2008,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“ Dit lu katanya mo ngurus surat bebas narkoba! Masih aja di depan komputer...” Bapak gua mengingatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iye sabar bentar lagi juga kelar (download-nya, hihi..)” jawab gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari itu memang gua berniat mengurus surat keterangan bebas narkoba di rumah sakit untuk persyaratan mendaftar CPNS. Maka, setelah gua shutdown komputer, gua langsung lari ke kamar mandi dan gak pake lama langsung keluar dalam keadaan rapih untuk kemudian melaju ke RSUD Bekasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Singkat kata, gua sampai di rumah sakit, mengantri untuk pendaftaran di loket 2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Walaupun sempat diselak beberapa orang, namun akhirnya sampai juga di depan loket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Pak, pilem pemadam kebakaran udah..., eh maksud saya mau bikin surat bebas narkoba.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Registrasi lima ribu, setelah ini langsung ke poliklinik umum di lantai 2.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sesampainya di lantai 2, tenyata poliklinik umum penuh sesak. Kebanyakan dari mereka juga mempunyai keperluan yang sama, mengurus syarat pendaftaran CPNS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hampir 1 jam berlalu, nama gua blom dipanggil-dipanggil. Begitu juga beberapa mas-mas yang dateng sebelum gua. ”Waduh bakal 3 tahunan nih!” Gua terus-menerus mondar-mandir depan pintu poliklinik umum. Beberapa orang ngikutin gua dan bersama-sama maen ular naga panjangnya bukan kepalang. Dan akhirnya... nama kami pun dipanggil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Poliklinik umum ternyata hanya tempat registrasi ulang. Disana cuma ditanya apa keperluan dan penentuan biaya yang mesti dibayarkan. Dari sana, gua disuruh melanjutkan tes urine di laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Aditya!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ya bu, hadir!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gua diberikan sebuah tabung. Mirip seperti tabung mainan gelembung sabun, tapi kosongan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Isi ya....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Dimana bu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Di WC lah...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Oh kirain disini” kata gua polos sambil menaikkan celana kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di WC ternyata masih juga ngantri. Iseng-iseng gua ngobrol aja sama ibu-ibu yang lagi nungguin nenek-nenek (mungkin ibunya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ibunya sakit apa? Gula?” tanya gua sok tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Bukan, kadar gulanya normal. Mungkin sakit garem kali.” jawab ibu itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Mungkin juga sih, apalagi kalo dia dulu penjaga pantai.” kata gua lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iya, beliau memang pensiunan penjaga pantai.” jawab ibu itu dengan mata berbinar-binar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Oh, pantes... Semoga ibunya cepet sembuh” gua memberikan dorongan moril.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gak lama, nenek itu pun keluar dan saatnya gua gantian yang beraksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gua tutup pintu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suasana jadi hening...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksekusi pun dimulai!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi, sebelumnya ”dari nol ya pak...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cyuuurrr.... Mengalirlah mililiter demi mililiter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waduh!!! Overload nih!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gua lupa kalo harga pertamax udah turun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian gua berikan sampel itu kepada ibu-ibu penjaga lab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1 jam kemudian barulah hasilnya diketahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Negative!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Yes!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Loh knapa gua mesti seneng?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Wong emang gua pada dasarnya clean”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari lab, gua kemudian menuju ke poliklinik jiwa untuk mengambil surat keterangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebenernya gua juga heran kenapa mesti ngambil di poliklinik jiwa sih? Tapi gua positive thinking aja. ”Ooo, mungkin poliklinik jiwa kerjaannya lebih sedikit dibanding poliklinik lainnya.” Memang sih, sesampainya disana poliklinik jiwa kondisinya sepi sekali. Setelah menyerahkan data lab, gua disuruh nunggu diluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Poliklinik jiwa letaknya berdekatan dengan poliklinik gigi. Jadi dari situ gua bisa ngeliat orang-orang berseliweran di depan poliklinik gigi. Jadi agak lumayan deh, menyeimbangkan sepinya poliklinik jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Krek..” Pintu poliklinik gigi terbuka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari sana keluar beberapa orang dokter koas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;”Waduh peragaan busana neh..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”But..., wait a minute.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diantara dokter-dokter koas itu ada salah satu yang menarik perhatian gua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;----Mulai deskripsi 17th.com----&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gadis itu blasteran ras kaukasia. Kulitnya putih. Rambutnya panjang lurus, diikat ke belakang. Tubuhnya bak peragawati, lebih tinggi dari koas-koas yang lain. ”Wajar lah, bule gitu loh.” Ukuran dada mungkin sekitar 34B (setelah gua tanya ke mbak-mbak sebelah gua, soalnya sama sih), sementara belakang tidak terlalu kelihatan karena tertutup jas putih dokter. Mirip Arumi Bachsin, bintang iklan biore yang adegan berenang itu lho. Pokoknya makcrut deh... (Kalo gak percaya dateng aja ke RSUD Bekasi dari jam 07.00-12.00)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pikiran gua jadi macem-macem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Coba aja tadi gua sekalian periksa gigi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Bu dokter gigi saya sakit nih...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Yang mana say?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Geraham kanan sebelah atas. Ada kulit melinjo yang nyangkut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ooo itu, sini biar aku ambilin pakai lidah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dokter koas itu mendekatkan bibirnya ke bibirku lalu mengambil gergaji mesin dan menyalakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;$$@%^#$$&amp;amp;^%&amp;amp;%&amp;amp;&amp;amp;*!!#!$!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Loh, loh, loh!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kok khayalan gua bisa buyar gitu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ternyata ada ibu-ibu yang lewat sambil menggandeng ibu-ibu yang lainnya. Dari gerakannya yang pelan jelas nampak bahwa ibu-ibu yang digandeng itu sedang sakit, tapi aku belum tahu apa sakitnya sampai suatu ketika ibu itu berteriak-teriak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ngen***... Ngen***”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suasana rumah sakit yang riuh berubah sepi dalam hitungan detik. Gua akhirnya tahu kalo ibu itu mengalami gangguan jiwa. Gua menghela nafas kemudian menengok ke samping kiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Nah lho, mbak-mbak di sebelah gua mana nih?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ternyata ia pindah tempat duduk di sebelah bapaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Feeling gua gak enak nih”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kok agak-agak merinding ya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Firasat buruk gua menjadi kenyataan. Pasien gila itu itu duduk disamping gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Gua sakit jiwa ya???” tanyanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gua mencoba tenang ”Eng.. Enggak kok. Bentar lagi juga sehat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Bener gua gak sakit???” dia kemudian menanyakan hal yang sama sambil membentak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iiii.. iya bener kok. Suer deh, kalo boong mau saya dicium suster.” jawab gua yang makin stress.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agak lama tenang, kemudian orang sinting itu bertanya lagi”Eh, gua cantik gak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gua ngelirik ke belakang ke ibu yang mengantar pasien sakit jiwa itu. Gua lihat dia mengasih kode untuk mengiyakan saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iii.. iya cantik.” akhirnya kata itu meluncur begitu saja dari mulut gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebenernya gua mau nambahin ”kayak luna maya.” tapi berhubung kalo diliat-liat pasien itu lebih mirip hansip RT03, si rojali kalo lagi cukur kumis,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gak jadi deh kalimat itu gua keluarin. Daripada nantinya gak ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibu yang mengantar pasien sakit jiwa itu (dari pengakuannya, ia kakak ipar pasien) mungkin salut atas kesabaran gua. ”Hmm, kayaknya pemuda ini cocok jadi dokter atau kyai.” kemungkinan pujian darinya dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Mas-nya juga nunggu di poliklinik jiwa?” tanyanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iya bu.” Jawab gua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Nganterin siapa?” dia tampak penasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Oh, gak kok bu. Saya disini mau mengurus surat bebas narkoba.” Gua mencoba menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun, tak disangka. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Orang gila tadi rupanya menguping pembicaraan gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Lo narkoba ya? Gua tonjok lo!!!” tiba-tiba dia berdiri sambil mengepalkan tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sontak gua kaget. Untung aja kakak iparnya agak lincah. Selametlah gua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Fyuuuh.....”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gak lama kemudian, HP gua berdering. ”Bagus nih ada alesan buat pindah bangku.” Gua langsung berdiri, ngobrol sambil jalan. Dari situ gua dapetin fakta bahwa mereka yang nunggu surat keterangan bareng gua ternyata nggak duduk di depan poliklinik jiwa. Tapi di tempat lainnya yang berdekatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Duh, tengsin gua. Mana diketawain lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kapok deh. Lain kali jangan main-main dekat orang gila.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Hiiiii.....”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3698981344363138063-4523007896948600385?l=hoorney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hoorney.blogspot.com/feeds/4523007896948600385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3698981344363138063&amp;postID=4523007896948600385' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4523007896948600385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3698981344363138063/posts/default/4523007896948600385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hoorney.blogspot.com/2008/11/pengalaman-di-rumah-sakit.html' title='Pengalaman di Rumah Sakit'/><author><name>Maho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05042781937952170758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9rhd3R1EglM/SSikeilkVwI/AAAAAAAAAAM/jDUvsTR_6-I/S220/van+Hoorn.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
